Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Generasi Millenial Terkesan Malas Bekerja? Ini Alasannya!


0

Tak bisa dipungkiri, generasi millennials yang kini menduduki berbagai posisi di tempat bekerja, sedikit banyak mengubah gaya kerja di kantor. Banyak pebisnis yang kewalahan menghadapi perilaku millennials yang terkesan “malas”, padahal yang terjadi mungkin adalah sebaliknya. Berikut delapan alasan para millennials terlihat kurang giat dalam bekerja.

Millennials Tak Lagi Mengikuti Gaya Kerja yang Lama

Kantor kamu menerapkan seragam kantor? Ada denda bagi para karyawan yang datang terlambat? Oh, please. Hal-hal seperti itu tak lagi dianggap perlu dan justru terkesan so-last-year. Generasi millennials tak akan bertahan lama bekerja di kantor seperti ini karena mereka adalah generasi pemikir yang tidak suka dengan hal-hal yang dianggap kurang efisien.

Generasi millennials adalah generasi serba-instan yang tidak menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang tidak perlu. Dibanding melihat jam kerja mereka yang singkat, ada baiknya kamu melihat tingkat produktivitas mereka. Siapa tahu kamu justru bisa mencuri satu-dua trik dari mereka untuk mempersingkat pekerjaan kamu? Who knows.

Millennials Tak Percaya Keseimbangan Antara Kehidupan dan Pekerjaan

Catat, pekerjaan bukanlah segalanya bagi para millennials. Mereka lebih senang menghabiskan waktu bersama teman dekat, keluarga, atau melakukan hobi – apapun yang membuat mereka merasa lebih “hidup”. They work to live, not live to work. Inilah alasannya mengapa bisnis dan pekerjaan di bidang lifestyle terkesan begitu populer dan menggiurkan dalam beberapa dekade terakhir.

Millennials rela menghabiskan lebih banyak waktu demi pekerjaan yang mereka suka, ketimbang sekadar meraup uang semata. Tak heran, banyak millennials yang berpindah-pindah pekerjaan demi mencari karier yang sesuai dengan hobi mereka. Bahkan, tak sedikit yang memilih untuk tidak bekerja demi melakukan hobi – dan justru mendapat banyak uang dari hal tersebut. Michelle Phan dan Pewdiepie merupakan contoh nyata generasi millennials yang berani melakukan hal tersebut.

Millennials Tidak Ingin Hanya Sekadar Bekerja

Generasi ini tak ingin bekerja hanya untuk membayar tagihan. They want a job with a purpose. Menurut survei yang dilakukan oleh Deloitte di tahun 2015, enam dari sepuluh responden mengatakan bahwa mereka lebih memilih bekerja di perusahaan yang mendukung suatu program dan bukan sekadar mengejar profit semata. Dan hanya 28% responden yang mengaku menggunakan keahlian mereka secara maksimal di kantor.

Mungkin inilah alasannya mengapa generasi ini terlihat malas di kantor. Jika kamu ingin melihat millennial bekerja lebih produktif, maka jelaskan tujuan mengapa mereka harus melakukannya, biarkan mereka berkontribusi dalam hal-hal penting, dan jangan lupa untuk mengapresiasi pekerjaan mereka – bukan hanya para atasannya.

Millennials Menghargai Hal yang Bersifat Non-Materi

Millennial bekerja dengan kemajuan teknologi dan internet. That's why, mereka bisa mencari tahu apa perusahaan kamu, siapa yang bekerja di sana, apa tujuan utama perusahaannya – sebelum akhirnya memutuskan apakah mereka ingin bekerja di perusahaan tersebut.

Di generasi ini, bukan perusahaan yang mencari siapa pekerjanya, namun mereka yang mencari apa perusahaan yang tepat bagi mereka. Mereka tak ingin pekerjaan yang mengharuskan mereka berada di depan meja sepanjang waktu, dengan jam kerja yang tidak efisien, dan uang bonus yang kecil. Mereka lebih memilih untuk bekerja dengan lingkungan pekerjaan yang friendly, santai, minim birokrasi, dan tentunya cool office space. Perusahaan yang seperti ini akan terlihat jauh lebih “menggiurkan” dibanding kantor yang sekadar menawarkan gaji besar.

Millennials Fleksibel dan Mampu Multitasking

Millennials bahkan mampu menjawab e-mail, menelpon klien dan memecahkan masalah dalam sekali waktu. Inilah alasan mengapa mereka tak suka didikte kapan harus melakukan apa di mana. Mereka bahkan tak mengerti mengapa banyak orang diharuskan untuk duduk selama delapan jam di depan meja kerja ketika mereka seharusnya bisa menyeruput kopi di kafe favorit sambil mengirim e-mail?

Dengan kata lain, mereka tak mengerti mengapa mereka harus hadir secara fisik ketika mereka bisa bekerja di tempat lain dengan hasil kerja yang sama. Generasi ini tak ingin berakhir sama dengan orang tua mereka yang menghabiskan seluruh waktunya di kantor.

Millennials Generasi Terpelajar

Dengan adanya internet dan Google, generasi ini bisa mempelajari banyak hal dengan cepat. Bahkan bisa jadi mereka sudah mempelajari satu dua hal yang justru baru kamu ketahui kemarin. Mereka tahu ke mana harus mencari informasi yang dibutuhkan dan seringkali menggunakan kelebihan internet untuk meningkatkan keahlian mereka.

Tak hanya itu, mereka juga ingin diikutsertakan dalam diskusi dan pengambilan keputusan. Mereka merasa bahwa setiap pendapat adalah penting dan harus didengar. Jika perusahaan mencari orang yang inovatif dan ingin terus berkembang, biarkan mereka mengeluarkan pendapatnya. Membiarkan para karyawan – bahkan yang paling junior, untuk berbagi ide tentang suatu hal dapat memberi pengaruh besar dalam perusahaan nantinya.

Millennials Ingin Transparansi

Millennials bukanlah generasi yang “mengangguk” ketika diminta dan melakukan apa yang diperintahkan hanya karena mereka harus melakukannya. Mereka harus mengerti apa tujuan mereka melakukan hal tersebut dan apa alasannya. Mereka tak suka dengan kalimat “Saya bosnya, saya tahu lebih baik dibanding kamu.” Well, lalu, mengapa tak kamu kerjakan saja sendiri?

Millennials Ingin Belajar dari Pengalaman

Kebanyakan millennials terlahir dengan ambisi yang tinggi dan tidak mudah puas dengan posisi mereka yang itu-itu saja. Mereka selalu ingin mencari pengetahuan baru dan belajar dari pengalaman. Mereka ingin selalu belajar, tak seperti generasi sebelumnya yang merasa bahwa pendidikan mereka berakhir setelah mereka lulus kuliah.

(***)

Sumber: cosmopolitan.co.id

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.   


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Hebat! Mahasiswa UI Sukses Olah Limbah Makanan Menjadi Kapsul Nutrisi

Lima mahasiswa Universitas Indonesia menciptakan Aspergyomega, kapsul bernutrisi dari limbah ampas singkong dan tahu.  Aspergyomega diyakini dapat menjadi alternatif pengganti minyak ikan ...

Inovasi Plastik Berbahan Singkong dan Rumput Laut

Plastik konvensional (terdiri dari zat-zat kimia polimer tak mudah terurai) yang notabene merupakan simbol kemudahan dalam dunia industri kemasan, namun malah menjadi masalah besar untuk Indonesia dan ...

Fotografer Difabel Asal Banyuwangi Jadi Sorotan Dunia

Tidak ada yang mampu menghalangi pria berumur 24 tahun bernama Achmad Zulkarnain ini untuk menggeluti hobinya yang kini menjadi pekerjaannya. Meski awalnya ia dipandang rendah oleh orang-orang seki ...

Hebat! Inilah 10 Anak Muda Indonesia Terkaya Versi Majalah Forbes

Mereka yang masuk daftar dinilai memiliki potensi menjadi pemimpin atau pengusaha di masa depan. Dilansir dari Tempo, Sabtu (09/1292017) mendapati data dari majalah Forbes, edisi akhir Novemb ...

Kisah Kania Annisa Anggiani Sukses Membangun Chic&Darling

“We make things that speaks to your heart” begitu kalimat pembuka akun Chic&Darling di Instagram (IG). Ini adalah  akun yang isinya menjual produk-produk kreatif, unik dan mena ...

Jatuh Bangun Bisnis Kecantikan Beromzet Ratusan Juta

Kejelian melihat peluang merupakan salah satu unsur keberhasilan mengembangkan bisnis. Tidak perlu pusing mencarinya, mungkin saja peluang tersebut ada di setiap kebiasaan kita. Dilansir dari&am ...

Dari Hobi Menuju Bisnis ala Anita Briana Dewi

Kecintaan Anita Briana Dewi menjelajahi berbagai destinasi wisata berbuah hoki. Dia berhasil mendirikan agen perjalanan wisata Travellover Jogja yang bersitus di www.travelloverjogja.com. Bukan sembar ...

10 Pebisnis Online Muda Terkaya Sejagat

Kamu tahu bahwa Kamu telah berhasil ketika berada di surat kabar atau majalah dan terpublikasi/ diketahui oleh banyak orang. Ada begitu banyak cara untuk menghasilkan uang melalui bisnis online. Hal i ...

4 Fakta Kisah Inspiratif dari Orang-orang Tak Terduga Sukses Sentuh Nuranimu

Berbagi kepada sesama, tak harus menunggu kaya. Dengan apa yang kamu miliki semua bisa terjadi. Tak perlu jabatan atau status yang tinggi untuk bisa memberikan kontribusi kepada orang lain. Kebaikan b ...

Apakah Sukses Selalu Identik dengan Materi?

Sukses adalah pencapaian dari sebuah tujuan. Apakah kesuksesan hidup identik sukses dan kaya raya? Berlayar keliling dunia dengan yatch mewah sambil menikmati santapan mahal? Ke temat-tempat wisa ...