Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Goes Digital, Hasil Karya Pembatik Ayu Arimbi Kini Merambah Mancanegara


0

SLEMAN -– Lagi-lagi Telkom kembali berperan dalam mendukung industri usaha kecil dan menengah (UKM) dan pariwisata. Adalah kelompok pembatik Ayu Arimbi, yang memproduksi jenis batik khas Sleman dari kawasan Plalangan.

Industri batik rumahan dari Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman ini sekarang sudah merambah hingga mancanegara dengan batik tulis andalannya Sinom Parijotho Salak.

Sinom Parijotho Salak terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan. Motif andalannya adalah salak, yang berupa elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak, hingga bunga salak.

Motif batik ini benar-benar asli Sleman. Dimana salah satu warganya memenangkan lomba desain batik Sleman tahun 2012. Berawal dari lomba itulah, Sinom Parijotho Salak ditetapkan menjadi motif khas batik Kabupaten Sleman.  

Uniknya teknik batik yang boleh dilakukan oleh para pengrajin batik maksimal dilakukan dengan teknik cap. “Pengrajin batik di sini dilarang untuk menggunakan teknik printing. Ini untuk mempertahankan industri batik asal Sleman khususnya Plalangan agar harganya tidak jatuh,” kata Tatik, salah seorang pengurus kelompok pembatik Ayu Arimbi kepada IndoTelko di workshopnya yang terletak di kawasan Plalangan, Sleman.

Dijelaskan Tatik, proses membuat kain Batik Tulis Sleman Sinom Parijotho Salak antara lain, pertama para pengrajin membuat motif di atas lembaran kain putih dengan menggunakan pensil atau yang disebut mal. Lalu motif-motif tersebut ditutup dengan lelehan malam atau lilin dengan menggunakan canting.

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengecatan. Dan Ayu Arimbi menggunakan pewarna alami yang benar-benar memanfaatkan hasil alam.  Misalkan saja warna merah menggunakan kulit pohon tingi, warna ungu menggunakan daun pohon puring, warna kuning menggunakan kayu tegeran, dan warna hijau menggunakan kulit buah jolawe. Bila proses ini selesai, maka kain bisa langsung dijemur.

Kelompok Ayu Arimbi ini dipelopori oleh kaum wanita. Aktivitas membatik ini berawal dari pelatihan yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diperindagkop) Sleman pada November 2013. “Kami diajari bagaimana teknik membatik dan menghasilkan batik yang berkualitas,” kata Tatik bercerita.

Goes digital dan Internasional

Dukungan dan pendampingan dari Universitas Islam Indonesia (UII) dalam memajukan dan mengembangkan kelompok pembatik Ayu Arimbi, membuat pengrajin rumahan ini terus berkembang.

Pun dari pihak ketiga yakni Telkom. Perusahaan plat merah ini mendukung industri batik Plalangan ini untuk goes digital dengan koneksi internet broadband-nya. “Produksi batik kami bisa dilihat di website dan blog-blog yang kami buat,” jelas Tatik. Ia pun sempat memamerkan instagramnya yang juga sudah dipenuhi motif-motif dan produksi batik produksi Ayu Arimbi.

Hingga kini kelompok ini sudah mampu menampung 16 wanita yang merupakan ibu-ibu rumah tangga yang memang tidak memiliki aktivitas kerja rutin atau kantoran. Kelompok ini mampu memenuhi permintaan pasar hingga ke manca negara.

Alhasil inilah yang membuat desa Pandowoharjo dikukuhkan menjadi Sentra Batik di Sleman. Proses pengukuhan inu dilakukan Bupati Sleman pada tanggal 29 September 2016 lalu. 

“Permintaan batik dari mancanegara selalu saja ada. Bahkan para turis banyak yang berkunjung ke kawasan ini untuk sekedar belajar membatik atau melihat proses membatik,” katanya.

Dijelaskan Tatik, industri batik di Plalangan ini ke depannya akan dijadikan sebagai desa wisata yang mambu memberikan edukasi kepada pengunjung khususnya turis mancanegara untuk belajar membatik, bermalam di homestay yang disediakan, dan mengenalkan budaya Sleman. “Kami juga pelan-pelan mulai belajar bahasa asing agar komunikasi dengan para turis bisa mudah. Selama ini kami banyak menggunakan bahasa tubuh,” ujarnya.

Kini hampir setiap saat turis asing berkunjung ke Plalangan dan melihat produksi batik Ayu Arimbi sekaligus membeli kain batik yang menurut mereka sangat unik. Menurut para turis asing tersebut, mereka mulai mengenal batik Sleman yang bernuansa salak dari internet. Ini salah satu keuntungan sebuah industri rumahan yang sudah goes digital, dan Telkom ada di tengah-tengah mereka untuk menghubungkan sentra batik Plalangan dengan berbagai penjuru dunia. 

(***)

Sumber: Indotelko.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

6 Cara Menghasilkan Uang Bahkan Ketika Kamu sedang Tidur

Menghasilkan uang dengan cepat dan mudah bukanlah suatu hal yang mustahil. Jika kita tahu tentang cara, maka kita akan mudah mendapatkan sesuatu, begitu juga dalam menarik uang untuk selalu dekat deng ...

Kedai Kopi Milik Benny, Manjakan Penikmat Kopi sampai Bolehkan Pelanggan Jadi Barista

JAWA TENGAH -- Menikmati seduhan kopi original menjadi tren belakangan ini. Tidak hanya di kota besar, Purwokerto menjadi salah satu surganya para pemburu kenikmatan ngopi. Dari sekitar 50 kedai ko ...

5 Usaha Sampingan yang Bisa Kamu Lakukan di Akhir Pekan!

Sering merasa penghasilan kamu tidak cukup untuk membiayai pengeluaran sehari-hari? Gaji sebagai karyawan terkadang memang pas-pasan tapi kamu bisa mengakalinya dengan mencari usaha sampingan. Enaknya ...

Sukses Menjadi Eksportir Ikan Hias dengan Prinsip Berikan yang Terbaik untuk Konsumen

Walaupun masih berusia muda namun Chivalry Ai Pranoto telah menjadi salah satu eksportir ikan hias yang sukses. Merunut sejarahnya, pria yang akrab disapa Ai ini mengaku sudah mengenal ikan hias sejak ...

Warga Nigeria Ini Sukses dengan Berbisnis Kuliner Produk Mie Instan Indonesia

Inikah penjaja makanan kaki lima terbaik di Nigeria? Pertanyaan itu dituliskan oleh BettaBox, sebuah akun vlogger dari Nigeria, dalam sebuah video mereka di YouTube. Video mereka merekam betapa lar ...

Sukses dengan Bisnisnya, Rio Dewanto Ternyata Sempat Alami Kegagalan Berbisnis

Menjadi aktor layar lebar yang laris tidak menghalangi minat Rio Dewanto untuk menggeluti dunia bisnis. Suami Atiqah Hasiholan ini rupanya malah sudah menjajal berbagai macam bisnis, mulai dari betern ...

Generasi Millenial Terkesan Malas Bekerja? Ini Alasannya!

Tak bisa dipungkiri, generasi millennials yang kini menduduki berbagai posisi di tempat bekerja, sedikit banyak mengubah gaya kerja di kantor. Banyak pebisnis yang kewalahan menghadapi perilaku millen ...

Jika Ingin Sukses, Cobalah Menulis Buku Harian

Siapapun dari kita pastilah ingin meraih kesuksesan dalam karier maupun bisnis kamu. Siapa sangka, ternyata kesuksesan bisa muncul dari hal-hal kecil yang biasa kamu lakukan dan menjadi rutinitas. ...

Raih 241 Miliar, Kylie Jenner Terkaya Kedua di Keluarga Kadarshian

Di awal tahun 2017 ini, majalah bisnis dan finansial Forbes kembali merangkum orang-orang sukses sepanjang tahun 2016. Nama Kylie Jenner masuk dalam daftar orang sukses di bawah usia 30 yang bertajuk ...

Manfaatkan Teknologi, Kerajinan Bambu Desa Wisata Branjan Mendunia

SLEMAN -– Memanfaatkan teknologi internet, Desa Wisata Brajan yang terkenal dengan kerajinan Bambunya kini makin mendunia.  Selain kunjungan para wisatawan mancanegara ke Brajan yang ter ...