Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Kiat Sukses ala Ratu Properti di China, Nomor 4 Jangan Setengah-tengah!


0

Jadi kaya itu hak semua orang. Ada yang kaya karena faktor silsilah keluarga. Ada pula yang bernasib baik bisa jadi menantu orang kaya. Tapi bukan berarti mereka yang hidupnya pas-pasan tak bisa jadi kaya raya. Zhang Xin buktinya!

Empat dekade lalu, Zhang Xin bukan siapa-siapa. Dia hanyalah seorang anak dari buruh pabrik. Bahkan demi bertahan hidup, dia harus membantu ibunya bekerja di pabrik. Keadaan serba kekurangan itu mesti dijalani saat usianya baru menginjak belasan tahun.

Lantas, sang ibu memboyongnya ke Hong Kong dengan harapan mendapatkan kehidupan lebih baik. Sayang, harapannya kandas. Meski Zhang Xin turun tangan menjadi buruh dengan bekerja 12 jam, tetap kehidupannya sulit berubah.

Untungnya, kesadaran Zhang Xin untuk menata masa depan tertempa di sini. Dia begitu disiplin menabung dari upahnya yang tak seberapa untuk modal terbang ke Inggris.

Pendidikan! Ya, itu yang dikejar Zhang Xin di Inggris walau tak bisa cas cis cus sekali pun. Dia meyakini pendidikan adalah tongkat ajaib yang bisa mengubah hidupnya di masa depan.

Kesungguhannya membuahkan hasil. Di usia 27 tahun, wanita kelahiran Tiongkok ini sudah menyabet gelar master di bidang Development Economics dari Cambridge University. Dia pun sempat bekerja di perusahaan mentereng, Goldman Sach and Traveles Group.

Walau sudah berada di zona nyaman, tapi Zhang Xin tetap gelisah. Dia memutuskan balik ke negaranya dengan satu idealism,”membuat kehidupan baru yang juga dirasakan penduduk Tiongkok!”

Idealisme itu diwujudkan bersama suaminya, Pan Shiyi. Mereka menjajal peruntungan di dunia properti lewat bendera SOHO.

”Kala itu saya begitu ingat betapa perusahaan kami harus merintis dari utang dan berjuang membayar tagihan. Kami pun mengontrol semua pengeluaran dengan ketat,” katanya seperti dikutip dari Sunday Telegraph.

Perjuanganya berujung manis. Bisnis propertinya melejit. Kekayaannya pun bertumpuk. Lalu apa yang bisa dipetik dari kisah salah satu perempuan berpengaruh di dunia ini?

1. Utamakan pendidikan

Meski hidup miskin, Zhang Xin tak pernah mengabaikan pendidikan. Sang ibunda menanamkan dengan keras betapa pendidikan itu pintu kesuksesan.

Alasan hijrah ke Hong Kong pun didasari pada alasan itu di man sang ibunda menginginkan Zhang Xin dapat bersekolah di tempat yang lebih baik ketimbang di Beijing.

Pesan ibunya begitu kuat terinternalisasi dalam diri Zhang Xin. Terlihat betapa disiplinnya Zhang Xin menyisihkan upahnya untuk ditabung sebagai bekal pendidikannya kelak.

Keinginannya untuk ‘belajar’ demikian kuat sampai nekat terbang ke London dengan tabungannya itu. Di ibu kota negerinya Ratu Elizabeth pun dia tetap menabung dari upahnya bekerja di kafe sebagai modal masuk universitas.

Sayangnya, sebagian dari kita kurang menyadari pentingnya pendidikan sebagai tiket masa depan. Padahal Malcom X pernah mengingatkan betapa pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini.

2. Asah social skill

Zhang Xin mengasah social skill agar mudah beradaptasi hidup di negeri orang. Dia paham betul kualitas kehidupan menjadi lebih baik dengan meningkatkan kompetisi sosial agar mudah bergaul secara luwes dan diterima lingkungan.

Social skill Zhang Xin patut diacungi jempol. Bayangkan, seorang perempuan yang tak bisa bahasa Inggris, terbang seorang diri ke London, dan dalam waktu singkat bisa diterima bekerja di kafe!

Statusnya sebagai seorang imigran di negeri orang tak membuatnya inferior. Dia juga tak membeda-bedakan teman. Terbukti, Pan Shiyi yang di kemudian hari menjadi suaminya, justru hidupnya lebih kurang beruntung darinya. Kepiawaiannya dalam social skill juga turut membantunya mendapatkan pekerjaan di Goldman Sach, perusahaan investasi yang banyak diidamkan pekerja di Inggris.

3. Bekerja di tempat yang mengasah kemampuan

Zhang Xin beruntung sempat bekerja di Goldman Sach. Pilihannya bekerja di bank investasi kenamaan ini bukan hanya sekadar alasan gajinya saja tapi ia memilih Goldman juga karena perusahaan tersebut terkenal akan prinsipnya yang begitu menghargai perkembangan sumber daya manusia.

Prinsip sumber daya manusia di Goldman adalah perusahaan akan memberi kesempatan kepada karyawannya berkembang lebih cepat dari mereka yang bekerja di perusahaan lain. Logika sederhananya, kalau karyawannya pintar-pintar dan berkinerja bagus, pasti perusahaan juga yang untung bukan?.

Bandingkan sebagian dari kita yang mengincar tempat kerja karena renumerasinya baik, kerjanya gampang, atau karena faktor gengsi. Sedikit dari kita yang berpikir bergabung di suatu perusahaan bukan sekadar bekerja karena gaji tapi untuk berkarya lebih. Ukurlah level tempat kita bekerja sekarang apakah kita bisa manfaatkan untuk ‘self branding’.

4. Desain mimpi yang visioner

Semua orang ingin hidup sejahtera, begitu pun Zhang Xin. Kemiskinan bukan alasan Zhang Xin berhenti bermimpi. Yang membedakan mimpi Zhang Xin dengan orang kebanyakan adalah mimpinya didesain begitu visioner. Dia paham betul kesuksesan tak jatuh dari langit. Maka itu dia pun membutuhkan ‘tangga’ untuk meraihnya.

Dia pun menguji mimpinya tak setengah-setengah dengan terbang ke benua lain. Di tempat yang asing, Zhang Xin harus mampu survive dan siap dengan segala keadaan yang tak sesuai rencana. Keberanian adalah modal terbesar dalam diri Zhang Xin.

Betul kata Pramoedya Ananta Toer yang pernah menulis kalimat, "dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”

5. Utang itu ujian orang bermental kaya

Zhang Xin tak bakalan mendapat titel Ratu Properti di China kalau tak berani mulai berutang! Yup, dia berutang agar perusahaan properti yang dirintisnya bisa jalan. Berutang menjadi solusi karena dia memulai usahanya dari nol yang dinamai SOHO.

Usahanya pun tak selalu berjalan lancar. Pada suatu waktu, usahanya kolaps dan tercatat punya utang sampai 1,65 miliar dollar AS. Sebuah angka yang sangat besar. Besarnya utang menjadi ujian sesungguhnya bagi Zhang Xin.

Zhang Xin adalah wanita pejuang yang tak berhenti mencoba walau memiliki kekurangan dan tak gentar meski gagal.

Dia akan tercatat sebagai pengusaha sukses jika mampu keluar dari masalah utang yang menggunung ini. ”Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang,” tandasnya dengan yakin.

Zhang Xin tak terpikir untuk banting stir ke bisnis lain selain properti. Dia tetap yakin utangnya mampu diselesaikan dengan berbagai strategi pengetatan. Ada kalimat bijak yang mengungkapkan "orang bermental kaya akan terus menjadi kaya meskipun sebelumnya dia bangkrut dengan utang selangit".

Bayangkan kalau bisnis kita kolaps dan punya utang segunung, apa tindakannya? Takut hidup melarat gara-gara utang bisa jadi tanda kita belum punya mental orang kaya! Namun, bukan berarti kamu bisa berhutang seenaknya, tanpa tujuan dan rencana bagaimana untuk melunasinya.

6. Hidup hemat

Menurut data Forbes, Zhang Xin memiliki total kekayaan senilai 2,6 miliar dollar AS. Menariknya, dia justru hidup penuh kesederhanaan. Dia hanya terbang dengan kelas bisnis, tak berdandan berlebihan, aksesori yang biasa dikenakan hanyalah gelang emas. Jauh dari kesan gaya hidup sosialita.

Meski mobilnya Lexus, tapi dia mengaku tak tahu kalau itu adalah sedan mewah. Itu pun awalnya dia enggan membahas mobilnya. ”Saya tak tahu model mobil itu,” ucapnya merendah.

Zhang Xin punya pendapat sendiri mengapa tetap mempertahankan gaya hidup mewah meski sudah dikenal sebagai orang kaya sejagad. ”Ini bukan kesanggupan tapi tentang kesadaran,” katanya penuh arti.

Orang sekelas Zhang Xin dengan kekayaan begitu besar tetap mempertahankan pola hidup down to earth. Padahal yang statusnya belum kaya beneran saja sudah menerapkan perilaku konsumtif di luar kemampuan finansial. Baru bergaji Rp 5 juta saja sudah bayangkan ingin beli ini itu.

7. Tetap ada waktu bersama keluarga

Harta sesungguhnya bagi Zhang Xin adalah keluarga. Dia paham betul itu. Apalah artinya mengejar uang bertumpuk-tumpuk dan tak berseri tapi justru melupakan keluarga.

Zhang Xin menyadari dirinya adalah hasil didikan sang ibunda yang selalu mengajarkan ketidakputusaan. Didikan inilah yang membuatnya jadi pribadi yang tangguh dan sukses di kemudian hari.

Inilah alasan kenapa Zhang Xin tak pernah absen untuk menyaksikan pertandingan sepakbola anaknya. Menemani mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Bahkan waktu akhir pekannya dia dedikasikan penuh untuk keluarga. ”Ini membuat aku sadar kalau kehidupan lebih besar dari kerja, kerja, kerja,” tuturnya.

Status konglomerat yang disandang Zhang Xin tak mengubah kodratnya sebagai seorang ibu. Dia tetaplah ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya. Kesuksesan tak mengubah jati diri seseorang. Wanita tetaplah wanita. Berbisnis bukanlah alasan kita untuk jauh dari keluarga.

(***)

Sumber: Kabarbisnis.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Dulu Cuma Pengamen, Kini Jadi "Raja Cendol" Beromzet Rp 1 Miliar

Radja Cendol (Randol) kini sukses mengantarkan cendol sebagai minuman tradisional yang naik kelas. Pendiri Radja Cendol, Danu Sofwan menjelaskan, saat ini permintaan cendol terus meningkat. Setiap ...

Menakjubkan! 10 Orang Ini Menjadi Sukses Berkat Kejeniusannya

Mereka membuat kemajuan di beberapa bidang kehidupan. Sehingga mereka menjadi miliarder di dunia karena hasil dari ide-ide mereka yang luar biasa, bukan karena sengaja ingin menjadi kaya. Orang-orang ...

Berani Berinovasi, Pria Ini Kreasikan Donat yang Bersinar dalam Gelap!

Glow in the dark sepertinya tidak pernah ada matinya, baik dibidang fashion bahkan saat ini inovasi tersebut merambah dibidang makanan. Setelah sebelumnya pecinta kuliner dihebohkan dengan permen kapa ...

Siapa Sangka, Mantan Buruh Pabrik Kini Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Zhou Qunfei merupakan pendiri Lens Technology dan didaulat menjadi orang terkaya di dunia urutan 186 versi majalah Forbes. Ini karena kekayaannya mencapai US$ 9,3 miliar atau sekitar Rp 123,69 triliun ...

Madeline Stuart: "Kekurangan Ku Tidak Menjadi Penghalang Kesuksesan di Dunia Fashion"

Madeline Stuart sebelumnya sudah dikenal sebagai bocah pantang menyerah. Meski mengalami Down Syndrome, gadis 20 tahun ini sejak usianya belia sudah menjadi model berkebutuhan khusus yang menyita perh ...

Cek! 5 Karakter Ini Harus Dimiliki Dari Jiwa Seorang Pengusaha

Banyak orang menganggap pekerjaan paling enak di dunia adalah menjadi seorang pengusaha. Tidak diatur oleh atasan, tidak punya jam kerja di kantor seperti karyawan biasa, uangnya banyak, mobil mahal, ...

10 Kalimat Pembangkit Ini Bantu Kamu Saat Putus Asa

Semangat dari dalam diri yang sebenarnya lebih kuat dari orang lain, tempat bermulanya keyakinan yang sangat teguh. Menyemangati diri sendiri pun sesederhana mengatakan beberapa hal ini ke dirimu. ...

Merantaulah, Kerap Kamu Akan Rasakan 7 Perjuangan Ini

Kamu merupakan anak ratauan bukan sobiz? Kalau iya, sebagai anak rantau sobiz ada beberapa hal yang memang membuat kamu mendapatkan banyak pengalaman yang mungkin belum tentu kamu dapatkan di rumah as ...

Ngaku Bermental Baja? 6 Karakter Ini Wajib Kamu Punya!

Sobiz, memang sudah merasa dirinya paling kuat yang diibaratkan si mental baja, tapi ketahuilah sobiz memiliki mental baja adalah pilihan yang berawal dari kedisiplinan, bukan suatu mukjizat yang data ...

Berbisnis Jam Tangan Kayu, Pria Bandung Ini Sukses Raup Puluhan Juta

Jam tangan atau arloji merupakan alat penunjuk waktu yang juga berfungsi menjadi aksesoris pergelangan tangan. Terkadang bagi kalangan tertentu, jam tangan menunjukkan eksistensi. Pandangan tersebu ...