Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Manfaatkan Teknologi, Kepiting Nyinyir Sukses Ramaikan Bisnis Kuliner Indonesia


0

Tidak bisa dipungkiri, pemanfaatan teknologi online kini telah mampu mengubah gaya hidup masyarakat saat ini. “Apa-apa serba online”, menjadi kalimat yang sering kita dengar belakangan ini.

Fenomena “Apa-apa serba online” inilah yang dimanfaatkan oleh tiga orang pemuda, Rachman, Gilang dan Daniel untuk membuka bisnis makanan Kepiting ala Lousiana, Amerika Serikat, dengan sistem online. Kepiting Nyinyir, itulah nama yang mereka pilih untuk bisnisnya.

Tanggal 22 Oktober 2016, menjadi tanggal penting yang dipilih oleh ketiga pendiri untuk memulai bisnisnya. Kerennya, belum genap dua bulan menjalankan bisnisnya, Kepiting Nyinyir sudah booming dan menghasilkan omzet hingga puluhan juta bagi tiga orang pendiri yang merupakan kawan lama ini.

Bagaimana proses sukses bisnis online makan kepiting ala Lousiana ini? Tim Smartbisnis berkesempatan berbincang dengan salah satu pendiri Kepiting Nyinyir, Rachman. Berikut liputannya:

Q: Bagaimana sih sejarah terbentuknya Kepiting Nyinyir? Kenapa memilih menjadi seorang pebisnis?

A: Ide awal ingin memulai bisnis sebenarnya sudah ada sejak tiga tahun yang lalu. Saya ingin punya bisnis kuliner, namun saat itu saya belum mengetahui harus berbisnis apa. Setelah bertemu dengan Gilang, yang merupakan teman SMP saya, dan Daniel yang merupakan teman lama Gilang, kami mulai mencari ide bisnis kuliner yang sesuai.

Kami bertiga yang hobi makan, berpikir, “asyik kali ya bisa makan enak tanpa harus datang ke restauran”. Dari sana kami terpikir untuk berbisnis menyediakan makanan kepada pelanggan tanpa harus mereka datang ke tempat makan. Maka dipilihlah konsep bisnis online.

Setelah memutuskan untuk konsepnya, kami mulai melakukan survei tentang rasa dan hingga menjajal menu kurang lebih tiga bulan. Kami juga mulai membagi tugas. Saya bertugas di bidang managerial seperti admin hingga accounting. Gilang bertugas sebagai marketing dan promosi penjualan. Dan Daniel, yang merupakan seorang chef profesional yang pernah bekerja di salah satu hotel berbintang di Jakarta, bertugas sebagai juru masak. Bertiga, kami memulai bisnis Kepiting Nyinyir.

Saat opening, kami mengundang keluarga dan teman-teman dekat  sekitar 20-30 orang yang aktif di media sosial untuk mencicipi menu Kepiting Nyinyir. Kami meminta bantuan mereka untuk update dengan mention akun instagram @kepiting_nyinyir juga memberikan review.

Q: Mengapa memilih bisnis online?

A: Seperti yang kita tahu, saat ini teknologi sangat berperan penting dalam bisnis. Belanja online menjadi trend. Kami memanfaatkan trend tersebut. Memanfaatkan media online untuk berjualan, mengingat pelanggan yang menjadi target kami, sebagian besar adalah pengguna media sosial.

Q: Apa alasan memilih nama “Nyinyir”?

A: Seperti yang kita tahu kan ya, nyinyir itu saat ini sering dibicarakan orang namun berkonotasi negatif. Kami ingin, kata nyinyir menjadi positif saat dibicarakan orang lain.

Menurut kami, kata nyinyir juga cocok untuk mewakili kriteria unik dalam pemilihan nama bisnis. Semakin unik nama bisnis, semakin mudah akan diingat orang-orang.

KENDALA BISNIS

Berbisnis tanpa kendala adalah hal yang mustahil. Ketika seorang pelaku usaha memulai bisnisnya, maka ia harus sudah siap pada setiap kendala yang bisa datang kapan saja. Sama seperti yang dialami oleh para creator Kepiting Nyinyir.

Q: Kendala apa yang paling dialami selama kurang lebih dua bulan memulai bisnis Kepiting Nyinyir?

A: Selama kurang lebih dua bulan membuka bisnis Kepiting Nyinyir, kendala yang paling sering terjadi adalah ketika proses pengiriman. Beberapa kali terjadi salah pengiriman order. Misalnya pelanggan order menu A, ternyata yang terkirim adalah menu B. Saat itu terjadi, selain mengirim kembali pesanan yang sesuai, kami juga memberikan kompensasi berupa tambahan porsi saat pesanan selanjutnya.

Selain masalah pada pengiriman order, beberapa kali kami mengalami kendala saat stock kepiting habis sementara pesanan masih banyak. Kami melakukan pembelanjaan saat malam hari, jadi ketika pesanan habis pada siang hari, kami terpaksa melakukan pemberitahuan kepada pelanggan bahwa stock kami telah habis dan sudah tutup order.

Kami mengatasinya dengan memberikan notif dan mengajak pelanggan untuk melakukan pemesanan lebih awal pada esok harinya melalui Gilang selaku bagian promosi. Semakin awal pemesanan dilakukan, semakin besar kemungkinan pelanggan untuk mendapatkan pesanan mereka.

Q: Adakah kompetitor serupa Kepiting Nyinyir saat ini?

A: Dalam berbisnis, selalu ada kompetitor. Begitu juga dengan bisnis Kepiting Nyinyir. Menurut penelitian saya, ada satu kompetitor serupa di instagram, lumayan jauh wilayahnya, di daerah Pluit.

Namun, kami tidak melihat mereka sebagai kompetitor. Kami juga melihat dan belajar dari mereka. Kami melihat menu hingga perbandingan harga. Intinya, kami jadikan kompetitor kami sebagai patokan untuk lebih baik lagi.

Q: Keunggulan Kepiting Nyinyir dibanding kompetitor serupa lainnya apa?

A: Kami menggunakan bumbu rumahan untuk membuat rasa Kepiting Nyinyir lebih “ngena” di hati pelanggan. Juga sistem penjualan kami yang real time dan online.

Real time, kami baru akan memasak ketika sudah ada pesanan sehingga pesanan sampai pada pelanggan dalam keadaan segar. Dan online, memungkinkan pelanggan untuk menikmati kepiting tanpa harus datang ke restauran.

Q: Bagaimana cara melakukan pemesanan Kepiting Nyinyir?

A: Saat ini Kepiting Nyinyir melayani pemesanan dengan varian menu: Nyinyir Sendiri (satu kepiting, pilihan udang atau cumi, kerang, dan jagung), Nyinyir Berdua (satu kepiting, udang, cumi, kerang, dan jagung) dan Nyinyir Bertiga (dua kepiting, udang, cumi, kerang, dan jagung). Varian terbaru kami adalah Nyinyir Begah (dua kepiting besar).

Media sosial instagram menjalankan peran penting dalam bisnis kami. Banyak pelanggan yang mengetahui Kepiting Nyinyir dari sana, mereka lalu dapat melakukan pemesanan via WhatsApp, atau akun Line Kepiting Nyinyir.

Untuk pelanggan yang telah beberapa kali melakukan pemesanan, kami bisa langsung memasak dan mengirimkan pesanan setelah mereka order dengan sistem pembayaran tunai di tempat (COD). Namun bagi pelanggan baru, kami baru akan memasak ketika mereka telah melakukan pembayaran. Proses masaknya sendiri kurang lebih 15 – 20 menit.

Saat ini, Kepiting Nyinyir menyediakan pengantaran dengan salah satu ojek online yang ada di Jakarta, GrabBike. Kami punya 5 driver GrabBike yang standby, meski demikian, pelanggan tidak harus menggunakan GrabBike yang kami sediakan. Mereka bisa memilih ojek (online) lain sendiri sesuai keinginan untuk mengantarkan pesanan mereka. Kenyamanan pelanggan menjadi prioritas kami.

Q: Boleh tahu omzet bisnis sejauh ini?

A: Bisnis Kepiting Nyinyir merupakan bisnis patungan antara saya, Gilang dan Daniel. Kami patungan masing-masing satu juta tiap orang untuk modal awal. Dari hasil patungan tiga juta, kami gunakan dua juta untuk modal memasak saat opening. Satu juta sisanya kami putar modal untuk pembelanjaan kepiting untuk order pelanggan di hari pertama pada 24 Oktober 2016.

Dari modal tersebut, sejak pemesanan pertama hingga Desember ini, kami sudah mendapatkan omzet kurang lebih 70 juta.

Q: Bisnis online Kepiting Nyinyir sudah sukses, adakah rencana untuk membuka toko offline?

A: Untuk membuka bisnis offline, diperlukan banyak hal. Rencana pasti ada, namun untuk saat ini belum. Kami ingin, saat membuka bisnis offline, bisnis yang berjalan saat ini sudah lebih stabil. Proses yang kami jalani saat ini juga menjadi salah satu modal yang kami siapkan untuk membuka bisnis offline ke depannya. Kemungkinan beberapa bulan ke depan, kira-kira 6 bulan, jika bisnis online saat ini terus mengalami peningkatan dan berjalan stabil, kami bisa mulai membuka bisnis offline.

Q: Punya pesan untuk para pebisnis atau calon pebisnis?

A: Banyak yang melihat hanya ketika pebisnis tersebut sukses, punya uang banyak, hidup enak. Padahal, proses menjadi pebisnis sukses tidak semudah yang terlihat. Banyak hal yang harus dilewati dalam prosesnya, mulai dari resiko, rintangan, hingga masalah manajemen waktu dan tenaga. Bukan berarti menjadi pebisnis itu selalu sulit, namun jangan hanya melihat sisi enaknya menjadi seorang pebisnis saja.

"Meski demikian, jangan takut untuk memulainya."

Yang terpenting adalah, kita harus tahu, seberapa besar sumber daya yang kita miliki, agar tidak membebani diri dan bisnis. Semakin kita mengerti dan menghargai apa yang dimiliki, semakin mudah kita mengembangkan bisnis.

(***)


PROFIL PENULIS

Putri S

Content Management Specialist


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

6 Cara Menghasilkan Uang Bahkan Ketika Kamu sedang Tidur

Menghasilkan uang dengan cepat dan mudah bukanlah suatu hal yang mustahil. Jika kita tahu tentang cara, maka kita akan mudah mendapatkan sesuatu, begitu juga dalam menarik uang untuk selalu dekat deng ...

Kedai Kopi Milik Benny, Manjakan Penikmat Kopi sampai Bolehkan Pelanggan Jadi Barista

JAWA TENGAH -- Menikmati seduhan kopi original menjadi tren belakangan ini. Tidak hanya di kota besar, Purwokerto menjadi salah satu surganya para pemburu kenikmatan ngopi. Dari sekitar 50 kedai ko ...

5 Usaha Sampingan yang Bisa Kamu Lakukan di Akhir Pekan!

Sering merasa penghasilan kamu tidak cukup untuk membiayai pengeluaran sehari-hari? Gaji sebagai karyawan terkadang memang pas-pasan tapi kamu bisa mengakalinya dengan mencari usaha sampingan. Enaknya ...

Sukses Menjadi Eksportir Ikan Hias dengan Prinsip Berikan yang Terbaik untuk Konsumen

Walaupun masih berusia muda namun Chivalry Ai Pranoto telah menjadi salah satu eksportir ikan hias yang sukses. Merunut sejarahnya, pria yang akrab disapa Ai ini mengaku sudah mengenal ikan hias sejak ...

Warga Nigeria Ini Sukses dengan Berbisnis Kuliner Produk Mie Instan Indonesia

Inikah penjaja makanan kaki lima terbaik di Nigeria? Pertanyaan itu dituliskan oleh BettaBox, sebuah akun vlogger dari Nigeria, dalam sebuah video mereka di YouTube. Video mereka merekam betapa lar ...

Sukses dengan Bisnisnya, Rio Dewanto Ternyata Sempat Alami Kegagalan Berbisnis

Menjadi aktor layar lebar yang laris tidak menghalangi minat Rio Dewanto untuk menggeluti dunia bisnis. Suami Atiqah Hasiholan ini rupanya malah sudah menjajal berbagai macam bisnis, mulai dari betern ...

Generasi Millenial Terkesan Malas Bekerja? Ini Alasannya!

Tak bisa dipungkiri, generasi millennials yang kini menduduki berbagai posisi di tempat bekerja, sedikit banyak mengubah gaya kerja di kantor. Banyak pebisnis yang kewalahan menghadapi perilaku millen ...

Jika Ingin Sukses, Cobalah Menulis Buku Harian

Siapapun dari kita pastilah ingin meraih kesuksesan dalam karier maupun bisnis kamu. Siapa sangka, ternyata kesuksesan bisa muncul dari hal-hal kecil yang biasa kamu lakukan dan menjadi rutinitas. ...

Raih 241 Miliar, Kylie Jenner Terkaya Kedua di Keluarga Kadarshian

Di awal tahun 2017 ini, majalah bisnis dan finansial Forbes kembali merangkum orang-orang sukses sepanjang tahun 2016. Nama Kylie Jenner masuk dalam daftar orang sukses di bawah usia 30 yang bertajuk ...

Manfaatkan Teknologi, Kerajinan Bambu Desa Wisata Branjan Mendunia

SLEMAN -– Memanfaatkan teknologi internet, Desa Wisata Brajan yang terkenal dengan kerajinan Bambunya kini makin mendunia.  Selain kunjungan para wisatawan mancanegara ke Brajan yang ter ...