Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Cara Identifikasi Informasi Hoax di Media Sosial


0

Berita atau informasi palsu terus menyebar dengan cepat di media sosial. Di zaman seperti ini, arus informasi dapat datang dari mana saja memenuhi pikiran kamu dan tidak semuanya bisa dipercaya.

Perusahaan sekelas Google dan Facebook yang sudah menganggarkan biaya fantastis untuk mencari solusi membatasi berita palsu pun hingga kini masih belum berdaya. Setiap harinya terus saja kita dibanjiri informasi-informasi yang tak bisa dipercaya di feed kita.

Sudah waktunya untuk menghadapi kebenaran. Bukan kebenaran yang palsu, kebenaran sejati: Kita tidak bisa menghentikan berita palsu, tapi mungkin, mungkin saja, kita dapat mengidentifikasi itu. Pengetahuan adalah kekuatan dan jika kita dapat membantu orang mengidentifikasi informasi-informasi hoax yang berseliweran di media sosial.

Sudah saatnya kita memilah-memilah informasi yang ada. Jangan asal share berita yang masih belum jelas kebenarannya. Jika memang berita yang kamu share nantinya terbukti berita hoax, kamu sendiri kan yang menanggung malu?

Nah, tentunya kamu ingin menghindar dari kesalahan membagikan informasi palsu. Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi mana berita yang asli atau hoax. Berikut cara mengidentifikasi informasi palsu yang sering beredar di dunia maya:

Melebih-lebihkan peristiwa

Berita hoax seringkali bernada negatif. Entah menyerang pemerintahan, menghujat suatu kaum, atau menjelek-jelekkan sesuatu dengan dalih keagamaan. Tapi, berita hoax tidak selalu bernada negatif. Ada juga berita hoax yang tersebar dengan melebih-lebihkan suatu peristiwa tertentu yang sedang booming. Misalnya, ketika kamu diiming-imingi aplikasi yang dapat melihat siapa saja yang orang yang kepo Facebook kamu. Hal tersebut terbukti tidak benar dan kamu malah akan masuk ke jebakan mereka yang ingin mencuri data akun Facebook kamu.

Lihat kata yang dipakai

Biasanya, untuk mengelabuhi seseorang, berita palsu sering menyisipkan kata-kata pemicu yang dapat membuat orang tertarik untuk membacanya, seperti menakjubkan, awas, luar biasa, heboh, dan sebagainya. 

Judul menggunakan harapan yang akan terjawab

Informasi-informasi semacam ini pasti kamu sering melihatnya di Facebook. Ada saja teman kamu yang menshare atau ikut komentar yang akhirnya artikel tersebut masuk ke timeline kamu.

Ciri yang dimaksud ialah penggunaan kata-kata pemberi harapan atau doa meskipun info yang dimaksud belum benar adanya. Contohnya seperti kamu diajak untuk ikut berkomentar 'Amin' atau mengetik angka-angka tertentu. Misalnya "Ketik angka 9 lalu lihat pohonnya akan mengeluarkan sesuatu", atau "Ketik Amin maka anak ini akan selamat dari perang", dan sebagainya.

Waspada ajakan "sebarkan"

Hati-hati kalau sudah mendapatkan broadcast message tentang apa pun yang ujung-ujungnya diakhiri dengan tulisan, “sebarkan!”. Biasanya “berita” semacam ini berupa nasihat, imbauan, sampai “dakwah” yang didukung dengan kutipan ayat-ayat tertentu agar kamu meyakini kebenarannya.

Biarpun ada kutipan ayatnya, bukan berarti kamu terbuai untuk tidak mengecek kebenarannya. Intinya, kalau sudah ada yang bilang sebarkan, kamu jangan asal menyebarkan, cek terlebih dahulu kebenarannya.

Tidak logis

Isinya sering bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan. Bisa juga  terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui. Intinya kamu akan dibuat lebih penasaran dan seakan terbawa dengan informasi tersebut.

Cek kebenaran gambar

Sama seperti hoax pada uraian tulisan, ciri utama foto hoax yaitu foto tersebut hanya diambil pada satu sudut pandang. Ciri foto hoax apabila dicari di google maka hanya akan ditemukan gambar yang sama yang di dipotret pada sudut yang sama alias foto tersebut aslinya hanya ada satu saja.

Sebagian besar foto hoax telah dimodifikasi menggunakan photoshop agar tampak meyakinkan. Selain itu foto hoax biasanya memanfaatkan nama tempat, agama, suku, kelompok, simbol, perkumpulan, perusahaan ataupun nama negara tertentu agar lebih menyakinkan. (inf)

(***) 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Wow, Dua Dosen Ini Mampu Kembangkan Aplikasi Keberadaan Flora dan Fauna

Dua orang dosen perguruan tinggi swasta di Lampung mengembangkan aplikasi dan merancang Prototipe Search Engine Berbasis Citra untuk memonitor keberadaan flora dan fauna di Indonesia. Mereka adalah ...

Waspada! Aplikasi Android Ini Incar Data Pengguna

Serangan malware di perangkat mobile, khususnya Android masih terus mengancam. Belakangan malah ditemukan ribuan aplikasi Android yang secara diam-diam mengintai dan mencuri data pengguna. Dengan s ...

Sebentar Lagi Astronot Bisa Akses Internet di Bulan?

Sebuah perusahaan rintisan di Jerman berencana membangun menara telekomunikasi seluler pertama di permukaan bulan. Dengan demikian, seorang astronot yang mendarat di bulan pada 2018 nanti diharapkan s ...

Seperti Apa Bahasa Indonesia Versi Digital?

Sejak 1992, bulan Oktober sudah ditetapkan sebagai bulan bahasa dan sastra. Idenya tercetus dari doktor Abdul Ghofur, pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang waktu itu terinspirasi oleh per ...

Akhirnya Facebook Dirikan Kantor Baru di Jakarta

Sebelum diresmikannya kantor Facebook di Jakarta, pada 2 Agustus lalu, perwakilan Facebook Asia Pasifik datang ke Jakarta dan melakukan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomi ...

Akibat Sukses Ciptakan Startup Avrego, Pemuda Minang Berkibar di Jalur Digital

Jauh-jauh menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, empat pemuda berdarah Minang, Sumatera Barat, justru berhasil mendirikan perusahaan rintisan, atau startup bernama Avrego. M ...

Terbesar di Asia Pasifik, Instagram Punya 45 Juta Pengguna Aktif

Indonesia dinilai sebagai lahan subur bagi pertumbuhan media sosial dunia, berkat keaktifan penggunanya. Hal ini turut dinikmati oleh layanan media sosial berbasis foto, Instagram. “Komunitas Ins ...

Lazada Bantu UKM di Pelosok Mencapai Go Digital

E-commerce Lazada meluncurkan program roadshow #upgradeUKM. Program ini guna mengunjungi dan mengedukasi Usaha Kecil Menengah (UKM) di 11 kota di Indonesia. Lazada bekerjasa ...

Instagram Memiliki Efek Buruk Bagi Kesehatan

Instagram, aplikasi untuk berbagi foto, dianggap sebagai media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental dan jiwa. Walau media sosial ini banyak disukai karena bisa menjadi platform untuk menampi ...

Ini 3 Alasan Kemkominfo Resmi Buka Blokir Telegram

Blokir terhadap Telegram terjadi sejak 14 Juli dan saat ini resmi dibuka kembali pada hari Kamis (10/08/2017) setelah adanya penanganan konten terorisme di perusahaan aplikasi Telegram selesai ditanga ...