Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Indonesia akan Miliki Glider Produksi Anak Bangsa


0

Indonesia direncanakan bakal memiliki pesawat Glider hasil produksi sendiri. Pesawat yang didisain oleh putra-putri bangsa ini memiliki kandungan lokal hingga 75 persen tersebut.

Pesawat Glider ini diharapkan dapat digunakan untuk cabang olah raga (cabor) terbang layang pada PON 2020 mendatang di tanah Papua. “Selama ini, cabor terbang layang kita banyak memakai pesawat Glider produksi Eropa, seperti Jerman dan Swiss.

Tapi ke depan, kita akan punya Glider produksi dalam negeri sendiri, hasil karya putra-putri bangsa,” ujar Ketua Prodi Aeronatika dan Astronotika Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Toto Indriyanto kepada KORAN SINDO, kemarin. Saat ini, jumlah pesawat Glider yang digunakan untuk terbang layang di Indonesia se banyak 40 unit dengan lima unit pesawat penarik, yang tersebar di 19 daerah.

Dia menyebutkan di samping menghemat biaya karena kandungan bahan lokalnya lebih banyak, produksi pesawat Glider nasional ini, juga bertujuan memajukan olah raga terbang layang tanpa harus bergantung pada peralatan produksi luar negeri. “Ditargetkan, pesawat Glider produksi nasional ini bisa digunakan cabor terbang layang pada PON tahun 2020 di Papua,”ucapnya.

Dia menuturkan, gagasan memproduksi pesawat Glider nasional ini bermula dari seorang mahasiswa yang membuat simulasi pesawat terbang layang yang memanfaatkan kondisi termal yang sesuai dengan iklim Indonesia. Simulasi tersebut, kemudian dijadikannya obyek riset S2 bersama dosennya yang selanjutnya mendapat sambutan positif dari Kemenristek Dikti untuk dikembangkan.

“Nantinya, pesawat ini bisa dikembangkan menjadi pesawat surveilance, pe ngamatan atau pengintaian. Semacam pesawat mata-mata. Tapi ini masih jauh. Jangka pendeknya supaya bisa digunakan olah raga terbang layang pada PON mendatang,”paparnya.

Dosen Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Taufiq Mulyanto menambahkan dalam pengembangannya, pesawat Glider nasional ini bakal di desain menjadi dua penumpang agar bisa digunakan berdua. “Tentu saja, sebagai pesawat buatan nasional, produksinya tidak hanya dikerjakan oleh putra-putri bangsa. Tetapi kandungan bahannya lebih banyak menggunakan konten lokal, sekitar 75 persen berbahan dalam negeri sehingga harganya pun bisa ditekan,” pungkasnya.

(***)

Sumber: okezone.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Wow, Dua Dosen Ini Mampu Kembangkan Aplikasi Keberadaan Flora dan Fauna

Dua orang dosen perguruan tinggi swasta di Lampung mengembangkan aplikasi dan merancang Prototipe Search Engine Berbasis Citra untuk memonitor keberadaan flora dan fauna di Indonesia. Mereka adalah ...

Waspada! Aplikasi Android Ini Incar Data Pengguna

Serangan malware di perangkat mobile, khususnya Android masih terus mengancam. Belakangan malah ditemukan ribuan aplikasi Android yang secara diam-diam mengintai dan mencuri data pengguna. Dengan s ...

Sebentar Lagi Astronot Bisa Akses Internet di Bulan?

Sebuah perusahaan rintisan di Jerman berencana membangun menara telekomunikasi seluler pertama di permukaan bulan. Dengan demikian, seorang astronot yang mendarat di bulan pada 2018 nanti diharapkan s ...

Seperti Apa Bahasa Indonesia Versi Digital?

Sejak 1992, bulan Oktober sudah ditetapkan sebagai bulan bahasa dan sastra. Idenya tercetus dari doktor Abdul Ghofur, pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang waktu itu terinspirasi oleh per ...

Akhirnya Facebook Dirikan Kantor Baru di Jakarta

Sebelum diresmikannya kantor Facebook di Jakarta, pada 2 Agustus lalu, perwakilan Facebook Asia Pasifik datang ke Jakarta dan melakukan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomi ...

Akibat Sukses Ciptakan Startup Avrego, Pemuda Minang Berkibar di Jalur Digital

Jauh-jauh menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, empat pemuda berdarah Minang, Sumatera Barat, justru berhasil mendirikan perusahaan rintisan, atau startup bernama Avrego. M ...

Terbesar di Asia Pasifik, Instagram Punya 45 Juta Pengguna Aktif

Indonesia dinilai sebagai lahan subur bagi pertumbuhan media sosial dunia, berkat keaktifan penggunanya. Hal ini turut dinikmati oleh layanan media sosial berbasis foto, Instagram. “Komunitas Ins ...

Lazada Bantu UKM di Pelosok Mencapai Go Digital

E-commerce Lazada meluncurkan program roadshow #upgradeUKM. Program ini guna mengunjungi dan mengedukasi Usaha Kecil Menengah (UKM) di 11 kota di Indonesia. Lazada bekerjasa ...

Instagram Memiliki Efek Buruk Bagi Kesehatan

Instagram, aplikasi untuk berbagi foto, dianggap sebagai media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental dan jiwa. Walau media sosial ini banyak disukai karena bisa menjadi platform untuk menampi ...

Ini 3 Alasan Kemkominfo Resmi Buka Blokir Telegram

Blokir terhadap Telegram terjadi sejak 14 Juli dan saat ini resmi dibuka kembali pada hari Kamis (10/08/2017) setelah adanya penanganan konten terorisme di perusahaan aplikasi Telegram selesai ditanga ...