Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Terus Berkembang, Ini 3 Strategi Zomato dalam Bermain di Pasar Platform Kuliner Indonesia


0

Sejak diluncurkan pada tahun 2008, startup direktori restoran asal India Zomato terus berkembang menjadi platform kuliner yang cukup besar di dunia. Berbekal total investasi sebesar US$225 juta (sekitar Rp3 triliun) yang mereka raih dari beberapa investor, seperti Sequoia Capital, Temasek Holdings, Vy Capital, dan Info Edge India, Zomato kini telah hadir di 23 negara, termasuk Indonesia.

Di tanah air sendiri, Zomato telah beroperasi di kota Jakarta dan Bali dengan menyajikan ulasan dan informasi menu dari total 30.000 restoran. Zomato pun mengklaim kalau saat ini mereka telah mempunyai dua juta pengguna unik di Jakarta dan Bali, serta enam juta kunjungan bulanan hanya dari wilayah Jakarta saja.

Seperti ingin mendorong pertumbuhan mereka di tanah air, Zomato baru-baru ini pun telah melebarkan sayap ke kota Bandung. Bagaimana sebenarnya Zomato bisa meraih prestasi tersebut di tengah persaingan dengan platform kuliner lain di Indonesia, seperti Qraved dan MakanLuar?

Salah satu “senjata” dari Zomato agar bisa terus memuaskan pengguna mereka, adalah dengan tidak mengizinkan restoran untuk membayar sejumlah uang agar bisa muncul lebih tinggi dalam hasil pencarian. Para restoran juga tidak bisa membayar untuk mendapat rating, atau bahkan menghapus ulasan yang dibuat oleh para pengguna.

Hal ini dijelaskan oleh Karthik Shetty, Country Manager dari Zomato Indonesia. “Hasil pencarian yang muncul adalah murni organik, dan berdasarkan algoritma kepopuleran kami,” tutur Karthik kepada Tech in Asia Indonesia.

Karthik sendiri telah menjadi Country Manager di Indonesia sejak bulan Desember 2015. Sebelum itu, ia sempat menjadi VP Indonesia Operations di Zomato pada awal 2014, dan mengisi posisi International Operations hingga akhir 2015.

Zomato sadar kalau ada kemungkinan sebuah restoran mendapat review buruk dari pengguna yang tidak objektif, atau memiliki rating yang tidak stabil karena memang restoran tersebut baru dibuka. Dan menurut Karthik, algoritma mereka telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.

“Rating yang diberikan pengguna memiliki bobot yang berbeda-beda, tergantung pada kredibilitas dan lamanya waktu pengguna tersebut menjadi pengguna Zomato,” jelas Karthik.

Berusaha hadirkan platform kuliner yang lengkap secara bertahap

Meski tidak menerima uang untuk menaikkan restoran-restoran tertentu di hasil pencarian, bukan berarti Zomato tidak mempunyai sumber pendapatan sama sekali. Mereka tetap menyediakan ruang untuk beriklan di platform mereka, yang bisa digunakan oleh para pemilik restoran.

Selain itu, mereka juga tengah mengembangkan fitur pemesanan makanan, seperti yang dihadirkan GO-FOOD dan GrabFood. Saat ini, fitur tersebut baru tersedia untuk pengguna mereka di India, Uni Emirat Arab, dan Filipina.

Tak hanya berhenti sampai di situ, Zomato juga berniat menghadirkan fitur-fitur lain, seperti aplikasi Point of Sales (POS), hingga layanan manajemen bisnis dan pengaturan meja untuk restoran.

Terkait kemungkinan kompetisi dengan layanan pengantaran makanan dan aplikasi POS yang sudah ada, Karthik menyatakan kalau pihaknya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik. “Ini artinya ada kebutuhan untuk itu, dan perusahaan yang terus berinovasi akan bisa memberikan pengalaman yang lebih baik untuk pengguna,” jelas Karthik.

Kolaborasi dengan Uber dan Instagram

Hal menarik lain dari Zomato adalah fitur pemesanan Uber yang bisa dilakukan langsung melalui aplikasi Zomato. Nantinya, kendaraan Uber yang kamu pesan akan langsung mengantarkan kamu ke lokasi restoran tujuan kamu.

Selain itu, Zomato juga menjalin kerja sama dengan Instagram, sehingga kamu bisa mengunggah foto ke Instagram dan Zomato dalam waktu yang bersamaan. Menurut Karthik, berbagai kerja sama ini mereka lakukan demi menghadirkan pengalaman menikmati kuliner yang lebih menyenangkan bagi para pengguna.

Selera menarik masyarakat Indonesia di tahun 2016

Karthik pun menjelaskan beberapa fenomena unik yang mereka temukan pada tahun 2016 yang lalu. “Di tahun 2015, kategori makanan yang paling banyak dicari adalah sushi. Namun pada tahun 2016 kemarin, sushi harus puas berada di posisi kedua, dan posisi mereka digantikan oleh makanan Korea,” jelas Karthik.

Tiga jenis makanan lain yang juga banyak dicari oleh masyarakat Indonesia adalah makanan Jepang, makanan penutup, serta makanan asli Indonesia. Kafe dan kedai kopi menjadi jenis restoran paling banyak dicari sepanjang tahun 2016. Sedangkan untuk kategori lokasi, Zomato menemukan banyak pencarian untuk daerah Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Senopati, Kemang, dan Tebet.

“Hal unik lain yang kami lihat adalah ketika terjadi kasus pembunuhan di sebuah restoran pada tahun 2016 yang lalu. Seketika restoran tersebut langsung mendapat pageview yang sangat banyak. Selama beberapa minggu setelahnya, banyak masyarakat yang kemudian memesan Vietnamese Drop Coffee (seperti yang dipesan sang korban), serta mengunggah foto dari kopi tersebut ke Zomato,” pungkas Karthik. 

(***)

Sumber: id.techinasia.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Deretan Aplikasi yang Siap Temani Perjalanan Mudik Kamu

Musim mudik segera tiba. Kemacetan merupakan momok yang paling menakutkan. Semua tentu masih ingat dengan tragedi macet Brebes Exit atau Brexit yang terjadi tahun lalu. Kemacetan panjang hingga berpul ...

Google Drive akan Bisa Backup Semua Data Komputer

Google berencana melakukan pembaruan untuk layanan media penyimpanan berbasis komputasi awan atau cloud miliknya yang bernama Drive. Dalam waktu dekat, Google bakal menjadikannya sebagai alat backup k ...

Yahoo Bangkrut! Kok Bisa?

Kabar duka mengejutkan dari Yahoo, satu lagi perusahaan digital raksasa akhirnya gulung tikar. Perusahaannya pun tidak main-main, karena ini Yahoo, yang sudah ada sejak kita kenal zaman awal internet ...

Wow! Ternyata Seperti Ini Pabrik Pemberi "Like Palsu" di Media Sosial

Di dunia media sosial, jumlah "like" merupakan parameter penting yang diburu oleh para vendor untuk mengiklankan barang dagangan masing-masing. Oleh karena itu, muncul pula cara tak j ...

Snapchat dan Instagram Berdampak Buruk untuk Anak Muda?

Penelitian baru berjudul Status of Mind menyebut media sosial berdampak negatif pada remaja. Pada penelitian tersebut, Instagram dan Snapchat sebagai media sosial dengan dampak terburuk. Penelitian ...

Fujifilm Rilis Kamera Instax Square SQ10

Tren kamera gaya lama di mana fotonya 'langsung jadi' seperti di era 80 dan 90-an kini sedang digemari oleh masyarakat. Banyak warga yang mulai memanfaatkan kamera ini untuk mengabadikan mom ...

WhatsApp Minta Facebook Wajib Bayar Denda Hingga Rp1,6 Triliun

Memberikan pernyataan palsu terkait akuisisi WhatsApp pada 2014 lalu membuat Facebook kini berada dalam masalah. Seperti yang telah dilansir dari Kumparan.com, Selasa (23/05/17), menurut kumparan akib ...

Apakah Ransomware 2.0 Akan Menyerang Smartphone?

Teror ransomware WannaCry kini telah menyebar di 150 negara di dunia, membuat sekitar 150 negara di dunia 'menangis'. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu dua hari, malware ganas ini menyebar ...

Mau Dapat Beasiswa Developer Android dari Google? Simak Ulasan Berikut

Google Indonesia menawarkan beasiswa bagi 500 developer Android dengan mengikuti program Associate Android Developer Fast Track. Program ini menawarkan sejumlah mata pembelajaran yang dibuat oleh G ...

Wow! Seperlima Pasar Iklan Dunia Dikuasai Facebook & Google

Raksasa Silicon Valley, Google dan Facebook berhasil meraup lebih dari USD 100 miliar dari belanja iklan global. Kedua perusahaan telah meningkatkan pangsa pendapatan iklan global mereka dari sekitar ...