Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Business Hack: Memahami Secara Mendalam Karakter dan Pola Belanja Konsumen Indonesia


0

Konsumen di Indonesia memiliki keunikan dalam berbagai hal, dari mulai attitude, perilaku, maupun proses pengambilan keputusan dalam mengevaluasi dan membeli produk. Seperti misalnya dalam bidang budaya, orang Indonesia memiliki norma-norma yang harus dijunjung tinggi. Bahkan antar suku atau etnis saja memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda, sehingga akan ada perbedaan dalam kemajuan industri makanan dari satu daerah ke daerah lain. Maka tidak heran jika di Indonesia hampir tidak ada produk makanan dan minuman yang mendominasi pangsa pasar nasional secara merata di setiap daerah.


Konsumen Indonesia juga memiliki non verbal communication yang berbeda-beda, apalagi mayoritas penduduknya adalah umat islam yang mana produk dengan pakaian muslim yang berwarna putih atau hijau menjadi lebih favorit dibandingkan produk pakaian yang lainnya.


Salah satu faktor eksternal yang membuat perbedaan perilaku konsumen di Indonesia adalah tingkat pendidikan. Sekitar 50% konsumen di perkotaan adalah lulusan SMA dan sekitar 60% masyarakat pedesaan tidak menyelesaikan SMP. Salah satu konsekuensi yang harus diambil atas rendahnya kualitas pendidikan adalah sedikitnya konsumen yang suka membaca. Itulah sebabnya iklan di televisi adalah iklan yang masih sangat powerful untuk menjangkau lebih banyak pasar di Indonesia.


Hal di atas menjelaskan bahwa tidak heran apabila konsumen Indonesia sulit untuk mencerna informasi untuk membuat keputusan pembelian, karena mereka hanya mengandalkan emosional yang mereka lihat dan rasakan lewat tayangan televisi untuk memilih dan membeli suatu produk.


Faktor eksternal lainnya adalah group preference, dalam konteks ini pengaruh opinion leader sangat besar dalam menentukan produk-produk tertentu. Dalam kasus suku Jawa, Madura, atau Sunda memiliki ulama yang perannya sangat besar dan menjadi panutan bagi masyarakat setempat dalam menyaring suatu informasi termasuk iklan. Saran dan keteladanan mereka seakan menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam membuat evaluasi terhadap pembelian produk.


Sehingga dapat dimaklumi apabila berbagai perusahaan misalnya perusahaan telekomunikasi, perbankan, makanan dan minuman yang kemudian menjadi sponsor dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh para ulama. Tujuannya untuk merebut simpati pengikut ulama tersebut agar mau menggunakan produk mereka.


Dampak dari tingkat komunitas yang kuat ini sangatlah besar untuk strategi pemasaran, terutama dalam konteks penetrasi pasar. Proses komunikasi yang menggunakan word of mouth menjadi sangat efektif karena kedekatan bersama konsumen akan terjalin dengan baik. Ditambah lagi kecenderungan kuat masyarakat Indonesia untuk membagi informasi akan membuat konsumen mempromosikan produk yang mereka gunakan kepada teman atau keluarganya.


Nah bagaimana Sobiz, apakah terinspirasi dengan informasi di atas? Semoga Sobiz dapat lebih mengenal perilaku konsumen di Indonesia dan dapat berguna untuk menentukan strategi bisnis yang digunakan ke depannya. Jika Sobiz tertarik untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai bisnis, Sobiz dapat bergabung bersama komunitas Smartbisnis dan menggali informasi lebih banyak lagi seputar peluang usaha, strategi bisnis, hingga bantuan dalam bentuk pinjaman modal mudah

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi situs www.smartbisnis.co.id . Semoga bermanfaat dan berhasil ya!


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar