Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Gadis Muda Berhasil Bawa Batik Indonesia Tembus Pasar Dunia


0

“If you never try you’ll never learn. There is no elevator to success, you have to take the stairs.” - Dea Valencia.

Desain Batik Kultur terbilang unik, modern, anak muda banget. Kalau sobiz melihat pencapaian yang diraih saat ini, sulit dipercaya kalau Batik Kultur dipegang sama perempuan muda 20 tahun, pun ia hanya sarjana komputer bukan dari desain.

Batik Kultur bermula dari keinginan Dea memiliki baju batik cantik seperti yang ia mau. Meskipun Dea tidak bisa beli baju batik yang dia pengen, ia tidak lantas hilang akal. Berbekal kreativitas, Dea pun menggeledah batik lawas punya orang tuanya, digunting-gunting terus dijahit dengan model yang dia pengen.

Baca juga: Bisnis Batik, Gadis 22 Tahun Ini Miliki Puluhan Karyawan dengan Omzet Miliaran

Menurutnya sih sayang kalau harus dibuang, apalagi kalo sampai rusak hanya karena disimpan di dalem lemari saja. Kalo bisa digunting-gunting dan dipadukan dengan bahan lain terus jadi bagus kenapa tidak? Dari situlah kemudian batik lawas berubah jadi modern, yang kemudian diminati banyak orang.

Sebagai jebolan Program Studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Dea paham sekali bagaimana besarnya kekuatan internet sebagai media pemasaran produk.

Oleh karena itu, 95% pemasaran dan penjualan Batik Kultur memanfaatkan online! Mulai dari Facebook dan Instagram yang dijadikan tempat men-display katalog sampai menjadi media komunikasi dengan pelanggannya. 

Tidak tanggung-tanggung Dea memanfaatkan dunia online untuk memasarkan karyanya, belakangan ini Dea pun juga sudah meluncurkan website bernama batikkultur.com.

Karakteristik desain Batik Kultur yang unik dan orisinal ini kemudian juga menarik lebih dari 3000 customer yang tersebar di Indonesia, juga negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Hongkong, Belanda, Singapura, dan Norwegia. Melalui online marketing pula, brand Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut (word of mouth).

Selain keunikan desain, Dea juga memperhatikan strategi pasar untuk menentukan harga sesuai dengan konsumen yang hendak ia tuju.

Ditambah lagi, Dea bilang kalau dia tidak akan jualan batik yang dia sendiri tidak suka, katanya sih demi menjamin kepuasan konsumen.

Jadi, sebelum Dea melempar produk ke pasar, Dea akan bikin dulu prototipe untuk dipake sendiri. Kalau ngerasa tidak bagus buat ia pakai sendiri, ya tidak akan dijual.

Serunya, semua desain produk dibikin oleh Dea sendiri, meskipun ia sendiri tidak bisa desain. Lalu apa rahasianya?

Ya! Dea mengajak satu orang untuk jadi partner yang bisa mentransfer imajinasi desain dari otak Dea ke bentuk gambar.

Perempuan kelahiran 14 Februari 1994 ini kini menjadi young technopreneurship di kalangan teman-teman seusianya. Di usia yang terbilang sangat muda, Dea bisa meraih omzet ratusan juta dalam satu bulan.

Pencapaian Dea tidak diraih dalam kedipan mata. Dea mulai semuanya dari nol. Dari karyawannya cuman beberapa terus nambah tiap bulan sampai sekarang ada 40 orang. Semua berkat ketekunan dalam menggeluti usahanya.

Dari hobi jadi ladang berbagi. Lingkungan sekitar tidak pernah luput dari perhatian Dea. Di Batik Kultur, ada beberapa karyawannya yang mengalami cacat fisik atau penyandang difabel. Dea punya tujuan untuk mendukung mereka agar bisa hidup lebih mandiri, bisa punya karya, dan bermanfaat buat banyak orang. Menurut Dea, setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama, termasuk mereka.

“Saya juga mempekerjakan karyawan yang misal nggak ada kaki tapi tangannya masih bisa kerja. Penjahitnya ada enam yang tuna rungu dan tuna wicara. Pertimbangannya? Giving back to society. Saya ingin memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusinya di balik perbedaan mereka. Dan ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil seperti ketekunan dan semangat untuk belajar,” kata Dea.

Berangkat dari situlah Dea memberanikan diri untuk lebih banyak belajar dan mencoba hal-hal baru. Semangatnya adalah ketekunan dan pantang menyerah, karena Dea pun menyadari kalo pencapaiannya saat ini bukan sesuatu yang didapatkan secara instan dan mudah.

(***)

Sumber: Ziliun.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI. 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Tips dan Trik Untuk Memutar Modal Usaha Secara Cepat Dan Optimal!

Untuk memulai sebuah usaha, biasanya seseorang akan membutuhkan dana awal. Hal inilah yang disebut sebagai modal. Berbagai cara pun dilakukan orang untuk mendapatkan modal usaha yang diingink ...

Apa Pentingnya Sosial Media Bagi UMKM? Ini Jawabannya!

Setiap tahunnya perkembangan sosial media di seluruh dunia bukan lagi soal bagaimana Anda bisa terhubung dengan banyak orang untuk saling berkomunikasi. Namun kenyataanya, kini sosial media juga telah ...

Business Hack: menggiring konsumen potensial dari digital menjadi konsumen toko Anda

Dalam beberapa artikel sebelumnya, telah disampaikan bahwa ada beberapa kelebihan serta kekurangan yang terdapat pada Peluang usaha online maupun offline atau konvensional. Akan tetapi, bukankah kekur ...

Geluti UMKM, Cara Pintas Agar Bisnis Anda Didukung Pemerintah

Menginginkan sebuah peluang usaha yang dapat didukung penuh oleh Pemerintah? Maka jawaban yang paling tepat  adalah dengan menggeluti UMKM. Bagaimana tidak, pasalnya dalam beberapa tahun tera ...

Tak Perlu Bersaing! Inilah Rahasia Menciptakan Pasar Sendiri Bagi Usaha Anda

Lelah dengan segala persaingan bisnis yang telah Anda lalui selama ini? Maka berarti sudah saatnya Anda untuk bangkit dan beranjak untuk menciptakan pasar sendiri bagi usaha yang Anda jalankan. Dengan ...

4 Tips Ampuh 10 Langkah di Depan Kompetitor Bisnis Anda

Dalam sebuah pertarungan bisnis dan peluang usaha, cara orang-orang memandang Anda adalah hal penting, agar kelak mereka menjadi pelanggan setia. Anda harus pintar dan jeli dalam menangkap apa saja ya ...

Shelly Sukses Raup Omzet Jutaan Rupiah dari Buah Salak, Hingga Ekspansi ke Luar Negeri

Mungkin sebagian masyarakat di Indonesia pernah terluka saat mengkonsumsi buah salak. Kulitnya yang tajam menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kini menikmati buah yang rasanya asam dan manis itu tid ...

Go-Jek Siap Ekspansi Ke Negara Ini

Datang kembali informasi dari teknologi transportasi online, yang sebelumnya mendapati kabar Uber resmi diakuisisi oleh pesaingnya yang berasal dari Singapura, Grab. Dari hasil akuisisi itu, secara ot ...

Viral! Anak Presiden Jokowi Jualan Kaos Menteri Susi di Tokopedia

Gibran Rakabuming berkolaborasi dengan Tokopedia, dan menghadirkan produk edisi spesial dari brand fashionnya bernama Tugas Negara Bos, yaitu T-Shirt bergambar wajah Menteri Kelautan dan Perikanan Sus ...

Gibran Putra Jokowi Ekspansi Gerai Markobar di Manila

Gerai Martabak Kota Barat (Markobar), bisnis kuliner yang dikelola oleh putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, segera dibuka di Manila, Filipina. "Targetnya tahun ini, seka ...