Chat with Us

Aktifkan STARBOX

3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis Online dan Cara Mengatasinya


0

Menurut hasil penelitian Global B2C E-commerce, pada tahun 2015, 1,4 miliar orang di seluruh dunia melakukan pembelian barang dan jasa secara online setidaknya satu kali dalam setahun. Penggunaan teknologi dan semakin meningkatnya pengguna smartphone adalah salah satu faktor semakin meningkatnya jumlah penjualan online setiap tahunnya.

Tidak hanya pembelian online, teknologi juga mempermudah para pelaku UKM untuk membuat menghasilkan uang melalui online, mulai dari pembuatan website hingga proses penjualan produk. 

Sebagai pebisnis online, sadarkah kamu bahwa tidak semua pelanggan yang datang ke website bisnis kamu melakukan proses pembelian hingga menyelesaikan ke tahap pembayaran? Melansir dari laman Your Story, Jumat (03/02/2017), ada tiga kesalahan penting yang sebaiknya pebisnis online hindari supaya pelanggan tidak menjauh dari website bisnismu:  

1. Memaksa pelanggan untuk registrasi sebelum checkout

Kebebasan adalah salah satu alasan para pelanggan memilih belanja online. Mereka malas dengan segala kerepotan yang sering dijumpai ketika berbelanja di toko offline atau toko fisik. Jika website bisnis kamu memberlakukan berbagai prosedur yang rumit, bisa jadi mereka akan lebih memilih belanja ke langsung ke toko fisik.

Sebagai pelaku bisnis, tentu kamu akan merasa sangat senang apabila pelanggan kamu melakukan pendaftaran di toko online kamu sehingga menambah jumlah pelanggan. Namun, akan sangat bijak juga jika kamu menempatkan diri sebagai pelanggan dan cobalah untuk membayangkan bagaimana rasanya ketika kamu belanja online, sudah memilih barang, menulis alamat pengiriman dan memilih metode pembayaran, namun tidak bisa melanjutkan ke proses checkout karena ternyata kamu harus melakukan pendaftaran pelanggan pada dialog box untuk membeli di website tersebut. Kesal? Wajar.

Jika menurut kamu pelanggan akan melakukan sign up atau pendaftaran agar dapat menyelesaikan proses order pembelian, kamu salah. Karena, tidak semua pelanggan yang datang ke website kamu bersedia melakukannya. Mereka hanya akan meninggalkan toko online kamu dan berpindah ke toko online lain yang mungkin adalah pesaing kamu, karena tidak ada yang lebih membuat pelanggan frustasi daripada sebuah paksaan untuk melakukan pendaftaran. 

Dengan memberlakukan sistem seperti itu, kamu juga hanya akan memberikan waktu lebih bagi pelanggan untuk mengubah pikiran mereka mengenai pembelian yang seharusnya sudah mereka selesaikan. 

Bagaimana solusinya? Berikan pelanggan sebuah pilihan. Kamu tetap bisa memunculkan dialog box untuk bertanya apakah mereka bersedia melakukan sign up atau melakukan pendaftaran, namun tidak menjadikan langkah ini sebagai langkah wajib untuk menyelesaikan proses pembelian mereka. 

Kamu bisa memberikan penawaran special seperti pemberian diskon atau kode voucher untuk pembelian kedua, atau kemudahan melacak pengiriman barang jika pelanggan melakukan sign up. Buatlah pelanggan merasa mereka memiliki pilihan, bukan memaksanya.

2. Mengejutkan pelanggan dengan biaya pengiriman yang besar

Ini menjadi salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan para pebisnis online. Mereka hanya memasang harga produk yang ditawarkan, tanpa memasang juga biaya pengiriman yang dibebankan kepada pelanggan. 

Seperi halnya kemunculan dialog box untuk sign up, munculnya biaya pengiriman yang besar sebelum proses checkout juga dapat mengejutkan pelanggan. Beberapa pelanggan yang memang membutuhkan produk tersebut mungkin masih akan melanjutkan pembelian, namun sebuah studi mengatakan, 44 persen pelanggan akan meninggalkan keranjang belanja saat mereka mengetahui biaya pengiriman yang terlalu tinggi.

Tahukah kamu, salah satu kebahagian online shopper saat belanja online adalah ketika mereka dapat melakukan pembelian barang yang diperlukan tanpa tambahan biaya pengiriman. Ini juga menjadi alasan para online shopper loyal akan sebuah toko online. Kalaupun ada biaya pengiriman, sudah seharusnya diberitahu dari awal. 

Bagaimana solusinya? Website bisnis kamu harus transparan dalam memberikan informasi mulai dari detail produk hingga biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk pelanggan, seperti biaya pengiriman. 

Beberapa situs e-commerce yang memiliki reputasi bagus, biasanya memiliki kalkulator biaya pengiriman yang memberikan informasi atau gambaran kepada pelanggan mengenai biaya yang harus dikeluarkan dalam proses pengiriman sesuai dengan wilayah tempat tinggal juga bobot produk yang dibelanjakan. Juga memuat informasi shipping, privacy, cancellation, hingga refund policies untuk pelanggan.

3. Tidak memberikan detail informasi mengenai produk

Meski sudah banyak bukti mengenai keamanan berbelanja online dari berbagai e-commerce besar seperi Amazon, ebay, Blanja.com, Bukalapak dan e-commerce lainnya, nyatanya, masih ada masyarakat yang takut untuk melakukan pembelian barang secara online. Salah satu alasan utama mereka adalah karena mereka tidak bisa melihat, menyentuh atau mencoba langsung produk yang akan dibeli. Disinilah pentingnya sebuah foto produk berkualitas baik dan deskripsi produk dalam bisnis online

Dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Salsify mengungkapkan, dari 1000 orang yang diwawancarai, 88 persen dari mereka membutuhkan informasi produk yang akurat dan mendetail. Menurut mereka, informasi rinci dari sebuah produk menempati posisi tertinggi dibanding ulasan pelanggan dan harga yang ditampilkan, sebagai faktor pendukung pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian produk.

Bagaimana solusinya? Masih dalam survei yang sama, 66 persen responden mengatakan bahwa mereka ingin melihat setidaknya tiga gambar produk sementara 82 persen mengatakan mereka mengharapkan setidaknya ada tiga ulasan produk dari produk yang akan mereka beli.

Pastikan bahwa gambar produk yang ada dalam website bisnis kamu, di setiap produk yang dijual, meliputi semua angel produk sehingga mempermudah pelanggan untuk memperkirakan ukuran produk dengan ukuran tubuh mereka. Juga jelaskan mengenai tipe bahan produk. 

Meskipun sudah ada gambar yang jelas mengenai produk, pelanggan tetap memerlukan deskripsi produk yang jelas. Buatlah deskripsi sederhana sehingga mudah dipahami oleh pelanggan yang membaca.

Setelah membaca artikel ini, kamu bisa langsung memeriksa website bisnis milikmu, apakah masih ada pelanggan yang meninggalkan barang sebelum proses checkout mereka? Jika masih ada, cobalah untuk periksa kembali, apakah website bisnis sudah terbebas dari tiga masalah di atas. 

Ingatlah selalu, e-commerce yang baik selalu mendahulukan kepentingan pelanggan, sehingga mereka selalu berusaha menampilkan informasi yang diperlukan pelanggan, seperti gambar dan video berkualitas tinggi, juga despkripsi produk yang rinci.

Selamat berbisnis!

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.      


PROFIL PENULIS

Putri S

Content Management Specialist


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Tips Membangun Usaha Working Space Dengan Koneksi Internet Canggih

Menjadi freelancer semakin banyak diminati oleh anak muda. Officer yang sudah bekerja di suatu perusahaan pun  juga mengambil bidang ini karena memang menjanjikan. Bahkan saat ini sudah banya ...

Pentingnya Membangun Brand Positioning Untuk Bisnis. Apa Artinya?

Ketika sebuah persaingan semakin ketat di dalam sebuah pasar, peran strategi marketing sebaiknya semakin kuat digencarkan oleh Sobiz sebagai pebisnis. Salah satu upaya marketing yang cukup sering dila ...

Berawal Dari Recehan Hingga Omzet Puluhan Juta, Inilah Tips Usaha Sewa Lahan Parkir Motor

Usaha jenis ini sekilas tidak begitu menggiurkan, namun coba luangkan waktu Sobiz untuk menghitung secara kasar penghasilan mereka yang menjalankan usaha tersebut. Jika tarif parkir kendaraan roda 2 s ...

Keuntungan Penggunaan Wifi di Tempat Berbisnis Bagi Masyarakat Yang Ingin Ngabuburit di Bulan Puasa

Para anak muda ataupun orang tua sudah pasti gemar menghabiskan waktu di luar rumah untuk menjalin kehidupan sosial, namun saat di luar rumah mereka tidak akan lepas dari kebutuhan Wifi. Mereka tak ja ...

Meningkatnya Investasi dan Industri Seusai Pemilu

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan agar dunia industri akan meningkat setelah Pemilihan Umum 2019. Keyakinan tersebut didasari oleh pengalaman Pemilu yang sudah ada sebelumnya. Indo ...

Tips Menciptakan Kemasan/Packaging Yang Baik Bagi Produk Agar Lebih Diminati

Saat ingin memulai sebuah bisnis pastinya akan ada banyak hal yang harus diperhatikan dan juga dibutuhkan, apalagi jika sebuah bisnis yang ingin dijalankan itu merupakan bisnis yang menjual d ...

Strategi Membangun Industri Perhotelan di Indonesia Bersama Hotelqu

Saat ini industri perhotelan di Indonesia terus berupaya membangun reputasinya. Banyak aturan yang membuat hotel harus survive, mulai dari sertifikasi profesi sumber daya manusianya, hingga sertifikas ...

Pinjaman Uang Online untuk Modal Usaha UMKM, Efektif kah untuk Balik Modal ?

Hampir setiap orang memiliki impian untuk membangun bisnisnya sendiri. Namun masalah modal seringkali menjadi kendala yang menyurutkan niat seseorang untuk berbisnis. Akibat kurang dana, Sobiz yang se ...

Kemudahan Akses Nonton Film di Café Sehingga Konsumen Betah Untuk Selalu Kembali

Geliat bisnis di bidang kafe dan kuliner terus berkembang pesat. Pelaku usaha kafe kuliner harus bisa menghadirkan konsep-konsep yang menarik konsumen datang untuk nongkrong. Persaingan bisnis kompeti ...

Mengintip Peran Digital Untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Perfilman

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memproyeksikan perfilman menjadi salah satu subsektor yang tumbuh pesat pada 2019. Inovasi teknologi digital, seperti layanan Over The Top (OTT), akan meningkat ...