Chat with Us

Aktifkan STARBOX

7 Hal Ini Bantu Kamu Lebih Berani untuk Ambil Resiko


0

"Biasanya, perbedaan antara orang yang sukses dan gagal bukan terletak pada usaha atau ide, tetapi terletak pada keberanian merealisasikan ide, mengambil risiko yang telah diperhitungkan, dan bertindak." ―Dr. Maxwell Maltz




Ada yang mengatakan bahwa semakin besar risikonya maka akan semakin besar reward yang akan kamu dapat. Namun, sayangnya tidak semua orang berani untuk mengambil risiko yang ada tersebut untuk mendapatkan hasil yang besar. Terkadang memang dibutuhkan keberanian yang lebih dan motivasi yang lebih juga agar kamu bisa mengambil sebuah risiko. Ini dia beberapa hal yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang risk taker yang sesungguhnya, seperti dilansir dari Papasemar.com, Selasa (03/01/2017):

1. Kegagalan merupakan bagian dari kesuksesan

"Success is the result of perfection, hard work, learning from failure, loyalty, and persistence." ­―Colin Powell

Setiap orang yang ingin sukses, harus berani menghadapi kegagalan. Rasa takut akan kegagalan sangat wajar dimiliki oleh setiap orang, namun jangan jadikan rasa takut tersebut justru menjadi hambatan kamu menuju kesuksesan.

Saat belajar berjalan, kamu tentu pernah terjatuh dalam prosesnya, bukan? Atau berapa kali kamu harus terjatuh sebelum akhirnya kamu mahir naik sepeda? Hal tersebut menjelaskan, bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses. Tidak ada yang langsung mahir ketika mencoba hal-hal baru pada pertama kali. Jika kamu menganggap kegagalan sebagai pembelajaran, maka kamu akan berani mempelajari hal-hal baru dan mengambil risiko untuk kemajuan bisnis kamu. 

2. Kamu bisa menilai apa yang kamu miliki untuk menambahkan atau mengurangi

Seperti halnya harta benda kamu yang lain, kamu  pun juga harus memikirkan keuntungan dan kekurangan dari risiko yang kamu ambil. Misalnya berapa banyak uang yang akan kamu habiskan dan bagaimana uang tersebut bisa kembali sebagai sebuah profit. Misalnya saja kamu ingin memulai bisnis, kamu harus mengetahui seberapa besar risiko yang akan kamu ambil? Pikirkan soal  keamanan kamu, kestabilan keuangan kamu dan kestabilan emosional kamu. Apakah penderitaan atau pengorbanan yang kamu lakukan akan sebanding dengan peningkatan yang akan kamu dapatkan?

3. Bertindak seolah-olah kamu hanya punya satu kesempatan

Berkomitmen pada risiko yang harus kamu ambil dengan segenap hati, seolah-olah ini adalah satu-satunya kesempatan yang pernah kamu dapatkan dan hanya bisa kamu lakukan satu kali saja. Mungkin akan banyak kendala yang akan kamu dapatkan dalam mengambil risiko dalam sebuah keputusan, namun pikirkan kembali hasil yang lebih besar yang akan kamu terima dari risiko yang kamu ambil tersebut. 

Misalnya saja kamu mau sekolah keluar negeri, mungkin kamu akan terkendala oleh banyak hal seperti kebudayaan, makanan, bahasa, atau mungkin saja tiba-tiba kamu jatuh sakit atau kamu rindu rumah kamu, tetapi pengalaman yang kamu ambil akan jauh lebih berharga dari pada kendala-kendala yang kamu hadapi tadi. Kamu mungkin saja akan mengalami kegagalan tetapi kamu tidak boleh melewatkan kesempatan yang ada.

4. Jaga agar resiko yang kamu ambil tetap masuk akal

Mungkin saja kamu sudah memiliki nyali yang cukup besar untuk mengambil sebuah risiko, tetapi kamu juga harus tetap rasional dalam mengambil keputusan tersebut. Kamu mungkin saja mengabil risiko yang besar tersebut karena beberapa alasan, namun jangan hanya mengambil keputusan hanya karena berdasarkan emosi kamu semata saja karena hal ini bisa akan sangat bermasalah.

5. Jujurlah pada diri kamu

Pikirkan macam risiko yang ingin kamu ambil apakah hal tersebut sesuai dengan kepribadian kamu, tujuan kamu atau ambisi kamu? lebih baik mengambil risiko yang sesuai dengan kepribadian kamu. Jangan coba untuk mengubah diri kamu hanya untuk mengambil risiko yang ada. Memang benar kamu harus keluar dari comfort zone yang ada tetapi ini bukanlah berarti kamu harus menjadi pribadi yang lain untuk membayar risiko yang kamu ambil. Pilihlah risiko yang membuat kamu menjadi bahagia, bukan hal-hal yang bisa saja lebih sesuai dengan orang lain.

6. Memiliki keyakinan terhadap diri kamu sendiri

Mungkin saja orang lain mengecilkan diri kamu tentang risiko yang kamu ambil. Akan saatnya pula, ketika orang lain mencegah kamu untuk mengambil risiko. Bahkan kamu bisa saja hanyut dalam keraguan. Faktanya mungkin saja kamu mengambil risiko karena kamu passionate dengan hal tersebut sehingga kamu tidak masalah dengan hal-hal lain yang kamu pertaruhkan untuk mendapatkannya. Percayalah pada kemampuan yang kamu miliki dan kesuksesan yang akan kamu ambil.

7. Tahu kapan waktunya untuk melepaskan

Terkadang ada saatnya kita memang harus melepaskan, ketika hal tersebut terlihat begitu bertantangan. Buatlah batasan dari setiap risiko yang kamu ambil untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang kamu ambil dari risiko tersebut. Kamu yang mengetahui apa yang baik untuk diri kamu dan mana yang tidak. Maka dari itu kamulah yang mengetahui batasan yang pasti dari semua risiko yang kamu ambil.

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.   


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Tips Membangun Usaha Working Space Dengan Koneksi Internet Canggih

Menjadi freelancer semakin banyak diminati oleh anak muda. Officer yang sudah bekerja di suatu perusahaan pun  juga mengambil bidang ini karena memang menjanjikan. Bahkan saat ini sudah banya ...

Pentingnya Membangun Brand Positioning Untuk Bisnis. Apa Artinya?

Ketika sebuah persaingan semakin ketat di dalam sebuah pasar, peran strategi marketing sebaiknya semakin kuat digencarkan oleh Sobiz sebagai pebisnis. Salah satu upaya marketing yang cukup sering dila ...

Berawal Dari Recehan Hingga Omzet Puluhan Juta, Inilah Tips Usaha Sewa Lahan Parkir Motor

Usaha jenis ini sekilas tidak begitu menggiurkan, namun coba luangkan waktu Sobiz untuk menghitung secara kasar penghasilan mereka yang menjalankan usaha tersebut. Jika tarif parkir kendaraan roda 2 s ...

Keuntungan Penggunaan Wifi di Tempat Berbisnis Bagi Masyarakat Yang Ingin Ngabuburit di Bulan Puasa

Para anak muda ataupun orang tua sudah pasti gemar menghabiskan waktu di luar rumah untuk menjalin kehidupan sosial, namun saat di luar rumah mereka tidak akan lepas dari kebutuhan Wifi. Mereka tak ja ...

Meningkatnya Investasi dan Industri Seusai Pemilu

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan agar dunia industri akan meningkat setelah Pemilihan Umum 2019. Keyakinan tersebut didasari oleh pengalaman Pemilu yang sudah ada sebelumnya. Indo ...

Tips Menciptakan Kemasan/Packaging Yang Baik Bagi Produk Agar Lebih Diminati

Saat ingin memulai sebuah bisnis pastinya akan ada banyak hal yang harus diperhatikan dan juga dibutuhkan, apalagi jika sebuah bisnis yang ingin dijalankan itu merupakan bisnis yang menjual d ...

Strategi Membangun Industri Perhotelan di Indonesia Bersama Hotelqu

Saat ini industri perhotelan di Indonesia terus berupaya membangun reputasinya. Banyak aturan yang membuat hotel harus survive, mulai dari sertifikasi profesi sumber daya manusianya, hingga sertifikas ...

Pinjaman Uang Online untuk Modal Usaha UMKM, Efektif kah untuk Balik Modal ?

Hampir setiap orang memiliki impian untuk membangun bisnisnya sendiri. Namun masalah modal seringkali menjadi kendala yang menyurutkan niat seseorang untuk berbisnis. Akibat kurang dana, Sobiz yang se ...

Kemudahan Akses Nonton Film di Café Sehingga Konsumen Betah Untuk Selalu Kembali

Geliat bisnis di bidang kafe dan kuliner terus berkembang pesat. Pelaku usaha kafe kuliner harus bisa menghadirkan konsep-konsep yang menarik konsumen datang untuk nongkrong. Persaingan bisnis kompeti ...

Mengintip Peran Digital Untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Perfilman

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memproyeksikan perfilman menjadi salah satu subsektor yang tumbuh pesat pada 2019. Inovasi teknologi digital, seperti layanan Over The Top (OTT), akan meningkat ...