Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Benarkah Konten adalah Raja di Media Sosial?


0


Banyak pebisnis yang menggunakan media sosial telah mempelajari dan menganut prinsip yang sama, yaitu tentang "Content is a King" (konten adalah raja). Berbekal prinsip ini, para pebisnis di media sosial tengah berlomba-lomba membuat konten sebaik mungkin sesuai dengan apa yang disukai audiens. Bahkan banyak yang rela mengeluarkan banyak biaya demi menciptakan konten yang dapat memukau audiensnya. Tapi benarkah konten menjadi raja dalam melakukan kampanye dan pemasaran di media sosial?



Konten adalah Raja di Media Sosial?

Konten memang merupakan komponen utama yang perlu diperhatikan. Bahkan konten yang baik dapat mendatangkan respon. Namun kita seringkali tidak mempedulikan bahwa konten tersebut harus dapat dilihat oleh audiens kita sebelum mereka memberikan responnya.


Sebenarnya, kita telah melupakan atau bahkan tidak mempedulikan hal lain yang bahkan jauh lebih penting tentang fungsi media sosial itu sendiri. Salah satunya adalah menciptakan dan menjalin hubungan dengan pengguna media sosial lainnya. Hubungan itu sendiri merupakan komunikasi dua arah atau lebih yang dapat mendatangkan respon dari pengguna media sosial lainnya. Jadi..


Seperti apapun kontennya, kuncinya adalah bagaimana jumlah audiens dapat melihat dan memberikan responnya.


Faktor-faktor yang lebih penting dari konten:


Relasi di Media Sosial


Ini bukan hubungan tentang seberapa banyak jumlah fans atau followers kita di media sosial. Tapi hubungan pertemanan yang benar-benar mengenal dan saling berkomunikasi, termasuk saling berbagi informasi di media sosial. Mereka yang menjadi teman di media sosial adalah mereka yang loyal sebagai audiens kita dan memberikan responnya secara positif. Bahkan mereka dapat membantu kita membagikan konten kita kepada teman-temannya lagi.


Contohnya adalah yang terjadi dalam bisnis di media sosial seperti gambar di bawah ini.


Perbedaan Content is a King dengan Relations is more Important


Kekuatan suatu hubungan dapat sangat berpengaruh dalam penyebaran konten. Bahkan ketika konten yang sangat burukpun dapat memiliki feedback yang sangat besar dari audiensnya. Maka tidak heran bila banyak orang menganggap bahwa harga pertemanan sangat mahal.


Popularitas Akun

Percayakah kita bila artis seperti Raffi Ahmad yang hanya mengatakan "Oh" di media sosialnya dapat mendatangkan ratusan atau bahkan ribuan feedback dari audiensnya? Lalu bagaimana dengan kita yang sudah susah payah membuat konten video berkualitas tinggi dengan konsep dan cerita menarik? Berapa feedback yang kita dapatkan? Yup, itulah pengaruh popularitas akun.


Setiap akun media sosial memiliki peringkatnya masing-masing atau yang kita kenal sebagai popularitas akun. Akun yang populer memiliki nilai jangkauan audiens yang luas dan pastinya dapat mendatangkan respon yang begitu banyak. Popularitas akun sendiri dapat jauh lebih bernilai dibandingkan konten terbaik sekalipun.


Contohnya adalah yang terjadi dalam bisnis di media sosial seperti gambar di bawah ini.


Perbedaan Content is a King dengan Popular is more Important


Akun yang populer yang hanya mengandalkan teks tanpa gambar ataupun video dapat menggapai audiens yang jauh lebih banyak dibandingkan akun yang tidak populer meskipun dengan konten terbaik sekalipun.


Popularitas Brand Offline

Popularitas tidak hanya berasal dari media sosial. Popularitas juga dibangun dari luar media sosial. Banyak akun atau brand populer yang memang sudah populer bahkan ketika mereka belum memiliki akun media sosial.


Jika kita mencari akun artis terkenal seperti Raffi Ahmad, Luna Maya, Ariel Noah dan lain sebagainya, maka kita akan menemukan banyak akun dengan nama yang sama. Tentunya hanya 1 atau beberapa akun yang benar-benar asli digunakan artis tersebut.


Uniknya, akun asli atau palsu, rata-rata memiliki jumlah fans followers subscribers yang sangat banyak. Ini merupakan bukti bahwa nama akun atau brand tersebut memang sudah lebih dulu terkenal.


Ada banyak akun populer ganda di media sosial. Bahkan tidak sedikit pihak selain pemilik sebenarnya yang memafaatkan akun yang populer tersebut demi kepentingannya sendiri. Karena memiliki banyak audiens, maka tidak sedikit yang menggunakannya untuk melakukan berbagai tindak penipuan mengatasnamakan akun populer tersebut. Jika sudah begitu, maka audiensnya yang memang harus cermat dalam menilai konten.


Kesimpulannya, brand yang tidak cukup kuat dalam media sosial akan sangat sulit 'mendongkrak' kontennya meskipun dibuat sangat sempurna.


Tapi, Bagaimana Jika Konten dapat Menjadi Viral?

Masih banyak penggiat media sosial dengan konsep "Content is a King" bertujuan menjadikan konten yang dibuat dapat menjadi viral. Bahkan ketika akun yang tidak populer sekalipun dapat menjadi populer ketika konten yang dibuat menjadi viral.


Namun pertanyaannya adalah..


Seberapa viral konten viral?

Seberapa lama konten viral bertahan?

Apakah konten viral dapat berpengaruh pada konten lainnya?

Baca Juga:

Fenomena Konten Viral di Media Sosial


Jadi, popularitas Brand masih lebih penting?

Popularitas brand dapat jauh lebih penting dibandingkan kualitas konten. Namun popularitas akun terkenal sekalipun juga dapat hancur dengan mudah karena konten yang buruk.


Contohnya ketika akun dengan popularitas yang tinggi dapat hancur dengan mudah ketika konten yang dibuat menyakiti perasaan atau dianggap memiliki dampak buruk bagi audiensnya. Meskipun dapat secara cepat meningkatkan popularitasnya karena banyaknya audiens yang memberikan feedback negatif, namun perlahan akun tersebut akan ditinggalkan oleh audiensnya.


Membuat konten memang tidak semudah ketika melakukan satu klik untuk mempublikasikannya di media sosial. Namun membangun brand di media sosial tidaklah semudah kita membuat konten. Agar antara konten dan brand dapat berjalan seiringan, kita perlu mempelajari Cara Membangun Brand di Media Sosial.



Kesimpulannya?

Kualitas konten memang sangat penting di media sosial, namun konten bukanlah raja yang harus menjadi prioritas kita. Karena bagaimanapun, jika konten tidak dapat menggapai banyak audiens, maka konten dengan kualitas terbaikpun tidak dapat mendatangkan banyak feedback.


Tidak harus berasal dari konten, berbagai macam faktor dapat menentukan tingginya nilai jangkauan konten terhadap audiens.


Be Smart, Be Wish


Sony Swangga

Praktisi Humas dan Kampanye Digital 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Tips Membangun Usaha Working Space Dengan Koneksi Internet Canggih

Menjadi freelancer semakin banyak diminati oleh anak muda. Officer yang sudah bekerja di suatu perusahaan pun  juga mengambil bidang ini karena memang menjanjikan. Bahkan saat ini sudah banya ...

Pentingnya Membangun Brand Positioning Untuk Bisnis. Apa Artinya?

Ketika sebuah persaingan semakin ketat di dalam sebuah pasar, peran strategi marketing sebaiknya semakin kuat digencarkan oleh Sobiz sebagai pebisnis. Salah satu upaya marketing yang cukup sering dila ...

Berawal Dari Recehan Hingga Omzet Puluhan Juta, Inilah Tips Usaha Sewa Lahan Parkir Motor

Usaha jenis ini sekilas tidak begitu menggiurkan, namun coba luangkan waktu Sobiz untuk menghitung secara kasar penghasilan mereka yang menjalankan usaha tersebut. Jika tarif parkir kendaraan roda 2 s ...

Keuntungan Penggunaan Wifi di Tempat Berbisnis Bagi Masyarakat Yang Ingin Ngabuburit di Bulan Puasa

Para anak muda ataupun orang tua sudah pasti gemar menghabiskan waktu di luar rumah untuk menjalin kehidupan sosial, namun saat di luar rumah mereka tidak akan lepas dari kebutuhan Wifi. Mereka tak ja ...

Meningkatnya Investasi dan Industri Seusai Pemilu

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan agar dunia industri akan meningkat setelah Pemilihan Umum 2019. Keyakinan tersebut didasari oleh pengalaman Pemilu yang sudah ada sebelumnya. Indo ...

Tips Menciptakan Kemasan/Packaging Yang Baik Bagi Produk Agar Lebih Diminati

Saat ingin memulai sebuah bisnis pastinya akan ada banyak hal yang harus diperhatikan dan juga dibutuhkan, apalagi jika sebuah bisnis yang ingin dijalankan itu merupakan bisnis yang menjual d ...

Strategi Membangun Industri Perhotelan di Indonesia Bersama Hotelqu

Saat ini industri perhotelan di Indonesia terus berupaya membangun reputasinya. Banyak aturan yang membuat hotel harus survive, mulai dari sertifikasi profesi sumber daya manusianya, hingga sertifikas ...

Pinjaman Uang Online untuk Modal Usaha UMKM, Efektif kah untuk Balik Modal ?

Hampir setiap orang memiliki impian untuk membangun bisnisnya sendiri. Namun masalah modal seringkali menjadi kendala yang menyurutkan niat seseorang untuk berbisnis. Akibat kurang dana, Sobiz yang se ...

Kemudahan Akses Nonton Film di Café Sehingga Konsumen Betah Untuk Selalu Kembali

Geliat bisnis di bidang kafe dan kuliner terus berkembang pesat. Pelaku usaha kafe kuliner harus bisa menghadirkan konsep-konsep yang menarik konsumen datang untuk nongkrong. Persaingan bisnis kompeti ...

Mengintip Peran Digital Untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Perfilman

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memproyeksikan perfilman menjadi salah satu subsektor yang tumbuh pesat pada 2019. Inovasi teknologi digital, seperti layanan Over The Top (OTT), akan meningkat ...