Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Andris Wijaya Sukses Berinovasi dalam Bulir Beras


0

Kisah sukses juragan beras 1001, dari jatuh bangun hingga bangkit membawa bulir beras ke Amerika Serikat.

Bermula dari usaha rintisan ayahnya dalam mengembangkan beras garut dan mempertahankannya memang tidak mudah. Pada saat sang ayah meninggalkan Andris beserta keluarga selamanya, maka nasib kelanjutan pabrik beraspun terlantar karena kepergian sang ayah yang lebih dulu dipanggil oleh sang kuasa.

Usaha penggilingan beras dibangun sejak tahun 1974 dan sempat mengalami masa kejayaan pada tahun 1984 dengan mengirimkan beras bermerek "Beras Garut 1001" ke Jakarta sebanyak 57 ton per hari.

Perjuangan mengangkat nama beras garut dari nol sampai puncak kesuksesan memiliki kisah yang berlika-liku. Apalagi dalam usahanya tidak melibatkan bantuan perbankan dalam penyaluran kredit. Namun Andris membuktikan dirinya mampu mensukseskan usahanya itu.

Andris adalah seorang pegawai kantoran biasa yang kemudian diminta untuk pulang ke kampung halaman oleh sang ibu, lantaran pabrik kepunyaan sang ayah sudah vakum cukup lama.

Andris membulatkan tekad pulang kampung untuk meneruskan usaha penggilingan beras. Bungsu dari lima bersaudara ini pun tak luput dari jatuh bangunnya usaha penggilingan padi ayahnya.

Andris sempat ditipu oleh rekan bisnis sehingga mengalami kerugian yang cukup besar sebanyak Rp200 juta pada tahun 2005. Pabrik penggilingan beras seluas satu hektar pun terpaksa dijual tapi tak kunjung ada pihak yang mau membeli.

Ini menjadi titik awal kesuksesan karena memunculkan semangat untuk memperbaiki manajemen perusahaan dan memperbarui mesin pabrik.

Penggilingan yang semula satu kali diubah menjadi tiga kali sehingga beras yang dihasilkan benar-benar bersih dan bebas dari kutu dan pasir.

Setelah berhasil, Andris memiliki ide harus melahirkan suatu produk makanan berbahan beras yang dapat dijadikan perantara untuk mengangkat nama beras garut.

Lalu, Andris melakukan riset sederhana pada 2011, Andris mendapatkan kesimpulan bahwa kuliner khas Jawa Barat berbahan beras yang paling digemari yakni nasi liwet.

Mulai saat itu, bermodalkan uang Rp30 juta, Andris berupaya keras menemukan formula ideal rasa nasi liwet yang lezat.

Andris membayangkan suatu produk yang unik, belum pernah ada, dan praktis seperi layaknya mie instant yang mudah dibawa ke mana-mana.

Berkat bantuan sang kakak Andris mendapatkan formula racikan bumbu nasi liwet yang pas. Ternyata, dalam eksperimen itu, Andris menemukan bahwa bahan baku nasi liwet ini bisa dikeringkan, dan tidak perlu menggunakan pengawet untuk tahan lama.

Kemudian racikan buatannya ini dibandingkan dengan restoran-restoran yang ada di Jawa barat untuk menemukan formula rasa nasi liwet yang sesuai dengan selera semua orang.

Andris pun mendapatkan formula nasi liwet yang hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk membuatnya dengan bumbu instant, sementara jika dibandingkan secara konvensional maka membutuhkan waktu 45 menit.

Hingga suatu saat, ada yang mengatakan bahwa nasi liwet buatan Andris lebih enak dari restoran. Sejak saat itu, Andris pun percaya diri untuk mengembangkan usahanya itu.

Lalu, tepat setelah setengan tahun sejak mulai bereksperimen, pada Juli 2011, Andris mendaftarkan produknya pada Dinas Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), setelah sebelumnya dinyatakan lolos uji kandungan gizi halal di laboratorium Universitas Padjajaran Bandung.

Kemudian, Andris juga gencar mendatangi seluruh toko oleh-oleh khas Jawa Barat untuk menawarkan produk buatannya. Sungguh berat ketika itu, karena sebagian besar toko menolaknya.

Tak mau berputus asa, Andris pun mengratiskan produk buatannya asalkan toko yang didatangi mau memanjang kemasan nasi liwet instant.

Produk itu berkomposisi 500 gram yang terdiri dari tiga macam rasa, yakni liwet instant rasa jengkol, jambal, dan petai dengan beras beraroma jeruk dan jambu. menurut Andris "Satu pintu tertutup, satu pintu lagi terbuka.".

Kemudian, titik terang pun muncul ketika mendatangi beberapa kantor pemerintahan. Andris pun mendapatkan respon positif dengan mulai diajak pameran.

Andris mengisahkan, dalam sebuah pameran, mantan Wakil Bupati (Wabup) Garut Dicky Chandra memborong seluruh produk yang dijajakannya.

Sejak saat itu, produk Nasi Liwet 1001 ini mulai dikenal pasar, terlebih lagi banyak media massa yang mulai meliput karena bisa membuat produk kuliner khas daerah dalam kemasan. Lebih menyenangkan lagi baginya, toko yang sempat menolak justru meminta barang.

Terus Berinovasi

Meski sudah sukses dengan liwet instant ini, tak lantas membuat Andris berpuas diri. Saat ini ia sedang mencari formula untuk membuat nasi uduk instant sembari terus mengembangkan restoran Sunda-Belanda miliknya di Garut.

Khusus untuk nasi liwet instant, Andris berkeinginan menelurkan produk yang bisa sekali seduh seperti layaknya mie instant, atau tidak lagi selama 20 menit.

Sembari menunggu lahirnya produk unggulan, Andris terus mengembangkan bisnis dengan merambah pasar luar negeri.

Berbekal bisnis online yang sudah dijalankan sejak 2012, permintaan dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Dubai, hingga Amerika Serikat mulai berdatangan sejak 2014.

Hal ini cukup mengejutkannya, karena nasi liwet buatannya juga digemari di Dubai dan Amerika Serikat. Sehingga membuat Andris harus mengirimkan satu kontainer Nasi Liwet 1001 ke Amerika Serikat.

Sementara, di pasar dalam negeri sendiri, Andris berkeinginan melebarkan sayap hingga ke seluruh pelosok Tanah Air karena sementara ini produknya hanya mudah ditemui di pasar modern kawasan Jabodetabek, dan beberapa daerah di luar Jawa.

Dengan pengembangan usaha itu, Andris ingin lebih banyak menyerap tenaga kerja meski saat ini sudah memiliki 270 orang tenaga kerja dari semula hanya tiga orang.

Tenaga kerja ini untuk membuat 1500 kemasan liwet instant dari 6 kuintal beras garut, yang dibuat dalam kemasan berkomposisi 500 gram dengan harga Rp25 ribu.

Sukses dengan nasi liwet instant, Andris juga tetap menjalankan pabrik penggilingan beras. Setiap pekan, dia  mengirim beras garut ke Pasar Beras Cipinang sebanyak 38 ton.

Dengan tangannya sendiri, Andris berhasil memajukan usaha pabrik beras keluarganya itu dan berkembang menjadi usaha nasi liwet 1001 ke seluruh pelosok tanah air hingga mancanegara. (akw)

(***)

Penulis: Ajeng Kusuma Wardhani 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...