Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Fitri Aulia, Owner Kivitz dan Fitri Aulia Clothing


1

Sukses yang diraih Fitri Aulia di usianya yang masih 24 tahun bisa membuat iri banyak pelaku usaha. Kerja keras dan dukungan orang terdekat terutama sang suami membuat Fitri kuat menghadapi berbagai tantangan dalam dunia usaha. 

Dengan model yang simple & syar'i membuat produk busana muslim dengan brand KIVITZ kini banyak dipilih para hijabers muda. Seperti apa perjalanan usaha desainer muda yang kerap ikuti ajang fashion show busana mulim ternama ini?

Di kalangan pencinta busana muslim tanah air nama Fitri Aulia sudah tidak asing lagi. Berbagai desain busana muslim berkonsep syar'i dan stylish kerap jadi trend setter model pakaian muslim di kalangan para hijabers. 

Selain itu, dengan terus berkreasi dan menampilkan desain-desain baru dalam setiap produk yang dibuat, mengantarkan Fitri menjadi salah satu desainer yang selalu turut serta mengikuti berbagai ajang fashion show busana muslim ternama tingkat nasional seperti Hijab Fest di Sabuga-Bandung, Yogya Fashion Week dan bazaar Yogya Expo Center, Jakarta Fashion Week, serta ajang Indonesia Islamic Fashion Festival yang jadi barometer perkembangan tren busana muslim bagi para hijaber. 

Seperti diketahui untuk masuk dalam ajang fesyen ternama tanah air tersebut, hanya desainer terpilih, berkualitas dan ternama.

Kesukesan yang diraih wanita 24 tahun ini bukanlah sebuah hasil instan yang diperoleh dalam semalam. Berbagai tantangan dalam membesarkan usaha tentu banyak menghadang, namum dengan dukungan orang terdekat membuat Fitri tetap kuat dan terus fokus dalam usaha yang dijalankan.

Namun semua ini tak pernah difikirkan Fitri sebelumnya. Memiliki bisnis fesyen busana muslim dengan merek yang sudah dikenal apalagi menjadi fashion designer yang cukup diperhitungkan. Maklum, setelah lulus SMA, Fitri kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis FISIP Universitas Indonesia di tahun 2006. Namun ide untuk menjadi seorang pengusaha baru muncul setelah Fitri bertemu Mulky Aulia yang kini menjadi pendamping hidupnya.

Awal mula merintis usaha pembuatan busana muslim di Depok, Jawa Barat, kondisi Fitri Aulia masih serba terbatas. Selain modal yang minim, ia juga sama sekali tidak memiliki pengalaman bisnis. Namun dalam kondisi yang serba terbatas itu dan hanya berdasar hobinya mendesain pakaian muslim serta dukungan suami yang merupakan dosen desain kreatif membuatnya semakin yakin dalam membangun usaha pakaian muslim bagi hijaber. 

"Jika memiliki tekad, hambatan seperti apapun pasti akan bisa diatasi," ujar Fitri.

Ketika merintis usahanya pada tahun 2010, Fitri yang menamai usahanya dengan nama KIVITZ yang merupakan nama panggilannya sewaktu kecil mengakui tidak mengeluarkan modal besar. Dengan modal sekitar Rp 4 juta yang merupakan gaji sang suami digunakan Fitri untuk memulai usaha. 

"Dengan modal tersebut saya membuat 1 model baju dengan 4 warna dan setiap warna dibuat sebanyak 3-6 pcs," jelasnya.

Syar'i dan Stylish

Di tengah persaingan usaha busana muslimah yang mulai ramai, Fitri mencari celah yang tidak banyak orang bermain. Karena itu ia pun memilih membuat pakaian muslim model syar'i yang belum banyak di garap desainer pakaian muslim saat itu. Meski menghadirkan pakaian muslim yang menutup semua aurat wanita (panjang dan besar) namun tetap terlihat stylish. Misal saja jilbab yang dibuat ukurannya lebih panjang dibandingkan pelaku lain yang umumnya pendek. 

"Saya tidak memproduksi celana (hanya rok dan terusan), sedangkan untuk warna saya tidak menggunakan warna pastel melainkan warna-warna cerah," ujarnya.

Kecintaan Fitri pada dunia fesyen tak pernah membuatnya merasa jenuh, karena itu ia terus berkreasi untuk menghasilkan produk yang kreatif dan berbeda. Berbagai produk fasyen muslimah bisa dibilang ada di KIVITZ, mulai dari Maxi Dresses, Maxi Cardigan, Tops, Skirts, Shawls dan Pashmina dengan kisaran harga Rp 65-400 ribu/pcs.

Setiap tiga bulan sekali, Fitri mengeluarkan model baru sebanyak 12 model, dan 1 model dibuat 4 warna dengan ukuran mulai dari S sampai XL. Walau mengusung konsep casual, KIVITZ bisa dipakai untuk acara resmi maupun ke kantor. Selain bahan kaos, juga dari bahan katun dan chiffon. Adapun kapasitas produksi KIVITZ tiap bulan sekitar 1.000 pcs.

Dalam setiap desain yang ditampilkan, Fitri mengaku hampir semua desain yang dibuatnya merupakan murni desainya buatannya sendiri tanpa campur tangan orang lain atau bekerja sama dengan orang lain. 

"Desainer yang baik pada dasarnya harus mengenali sendiri karakter rancangannya. Tidak asal meniru orang atau yang sedang tren. Idealisme inilah yang disebut orisinalitas. Selebihnya, inspirasi boleh datang dari manapun, baik fesyen maupun lintas disiplin, bebas untuk dijadikan inspirasi desainer," terang muslimah cantik penyuka bakso ini.

Seiring berjalannya waktu, KIVITZ semakin komitmen dengan positioning yang dimiliki dan juga berusaha menciptakan inovasi baru. Untuk menambah ilmu dan wawasannya di bidang desain Fitri sengaja menimba ilmu di Lasalle College yang merupakan lembaga pendidikan desain yang cukup dikenal di kalangan para desainer. 

Tak hanya itu bukti keseriusannya Fitri juga mengembangkan usahanya dengan membuat brand yang dikeluarkan bulan Juli 2012, yakni brand Fitri Aulia. Brand ini erupa busana pesta kelas premium (konsumen kelas atas) ala hijabers dengan kisaran harga mulai dari Rp 750 ribu. Berbeda dengan KIVITZ, brand Fitri Aulia yang mengangkat bahan songket Aceh ini justru menggunakan konsep customized.

Fitri Aulia

Pemasaran

Fitri mengatakan, untuk pertama kalinya, KIVITZ dipasarkan melalui jejaring sosial facebook. Agar KIVITZ dikenal banyak orang Fitri meng-add orang satu demi satu di facebook orang-orang yang berpotensi menjadi konsumennya. 

Dengan cara itu tiap orang yang di-add bisa melihat produk-produk KIVITZ. Seiring berjalannya waktu, orang yang bergabung dengan KIVITZ semakin bertambah. Nah, setelah jumlahnya lebih dari 5000, Fitri membuat fan page. 

"Saat ini, KIVITZ menjual produknya melalui online shop, dengan pemesanan melalui SMS, Whatsapp dan BBM. Katalog online KIVITZ bisa dilihat pada page blog atau di fanpage www.facebook.com/KivitzShop," ungkapnya tersenyum.

Sekian lama berjalan, KIVITZ selalu meng-update foto model baju terbaru 2-3 kali seminggu. Selain itu, Fitri juga kerap meng-upload foto kegiatan sehari-harinya yang memakai busana muslimah ala hijabers kreasinya pada blog fashion yang ia miliki.

Selain memasarkan melalui media online dan jejaring sosial, Fitri juga memberikan kesempatan bagi para hijaber yang ingin menjadi Reseller. Syaratnya cukup mengirim data dan membeli menimal 15 pcs produk. Reseller juga akan diberikan diskon seperti jika mengambil paket baju akan diberikan diskon 25%, paket campur (baju dan jilbab) diskon 20-25%, paket jilbab diskon 20%. Pembayaran dilakukan via transfer dan ongkos kirim ditanggung pemesan. Namun Fitri tak lagi disibukkan dengan urusan reseller. Ke depan saya akan fokus pada partai besar, saat ini kita ada tiga agen besar di Jakarta dan Pontianak yang nantinya akan seperti konsep franchise. Nah agen ini yang akan menangani reseller.

Kini produk KIVITZ juga bisa diperoleh di toko busana online seperti Zalora serta MUSE 101 FX Mall Sudirman Jakarta Selatan dengan sistem sewa serta toko KIVITZ Bintaro sektor 1, Jakarta Selatan.

Tak cuma itu, kesuksesan yang diraihnya dalam mempromosikan usahanya tidak terlepas dari keterlibatannya dalam komunitas hijabers, sebuah komunitas tempat para berkumpulnya para fashionista hijab. Menurut Fitri, melalui komunitas yang banyak memiliki anggota itu, usahanya cepat dikenal karena sesama anggota komunitas kompak saling mempromosikan produk anggota lainnya.

Kini berkat promosi yang gencar dilakukan, busana muslimah ala hijabers besutan Fitri telah dipasarkan ke seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura dan Perancis. Tak heran dalam satu bulan Fitri bisa mendapatkan omset Rp 300 juta dengan keuntungan sebesar 40%. Bahkan omset itu bisa meningkat 2-3 kali lipat pada bulan Ramadhan dan Lebaran. Maklum selain wanita berjilbab, banyak konsumen yang juga berhijab di saat Lebaran.

Selama menjalani usaha ini, Fitri merasa tidak mengalami kendala yang berarti. 

"Insya Allah perkembangannya semakin baik selama hampir 2 tahun ini. Bahkan saya sudah balik modal dalam waktu 3 hari sejak awal usaha," jelas Fitri.

Risiko

Ada beberapa produk yang kurang cepat perputarannya memang sudah menjadi risiko dalam usaha fesyen. Untuk mengatasinya, Fitri memberikan diskon hingga 50%. Risiko lainnya terjadi penjiplakan. Hal ini tidak terlalu dipusingkannya, karena peniru hanya menjiplak produknya tetapi tidak bisa mengamati value-nya. 

Misalnya saja, Fitri sengaja hanya membuat salah satu model kemeja dengan dua warna terbaik. Sedangkan si penjiplak membuatnya menjadi 10 warna. 

"Saya tak khawatir, karena apa yang diperbuat para penjiplak justru membuat baju mereka terlihat kampungan," ujarnya.

Sementara itu semakin ketatnya persaingan, Fitri tak mengkhawatirkannya karena rizki tiap orang telah diatur oleh Allah. Selain itu nama besarnya yang sudah cukup dikenal dan inovasi yang dilakukan dengan cara mengeluarkan model baru setiap tiga bulan sekali membuatnya yakin bahwa produknya tidak akan kalah bersaing dengan brand lainnya.

Rencana ke depan. Berbicara rencana kedepan Fitri berharap agar KIVITZ memiliki cabang di banyak kota besar di Indonesia dengan jumlah produk yang merata di setiap butik.

Selain membuka cabang, Fitri ingin fokus mendirikan komunitas gerakan amal yang merupakan CSR dari brand KIVITZ. "Saya ingin menamai komunitas amal ini "KIVITZ Sisters" yang bertujuan memberdayakan perempuan mulimah dalam dakwah dan kreativitas," ujar Fitri.

Sebagai desainer yang masih terus ingin mengeksplor kemampuannya, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mempunyai banyak keinginan yang ingin dicapainya. Salah satunya adalah berkolaborasi dengan desainer senior seperti Irna Mutiara. Fitri mengaku ia sangat kagum dengan jam terbang Irna di dunia fasyen muslimah, hal ini membuatnya ingin belajar banyak dari desainer kawakan tersebut. 

"Aku suka banget dengan rancangan tante Irna. Kalau bisa berkolaborasi, aku inginnya menciptakan sesuatu yang mengangkat tema dan nilai-nilai muslimah syar'i," lanjutnya. 

(***)

Sumber: peluangusaha.co

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar disini .

 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...