Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Novita Yunus, Dibalik Kisah Sukses Batik Chic


0

Melihat sosok Novita Yunus yang tumbuh bersama Batik Chic, dia adalah contoh bahwa mimpi bisa menjadi nyata dengan usaha dan tekad yang keras. Kalau kita merunut ke belakang, apa yang telah ia capai saat ini adalah buah keberaniannya mengikuti kata hati untuk menjadi seorang pebisnis.

Kala itu, sekitar lima tahun lalu, ia ingin berhenti bekerja dari pekerjaan tetapnya di suatu bank nasional. Padahal, saat itu ia sudah menjadi pimpinan di satu cabang di Jakarta. Berawal dari keinginan menghadiahi diri satu tas senilai Rp20 juta sebelum mengundurkan diri dari kantor, ia lalu mengubah pemikirannya dengan membuat tas sendiri, yaitu satu tas batik. “Kebetulan saya menyukai batik sejak masih belia karena melihat ibu saya yang juga penggemar batik,” ujarnya.

Novita Yunus 

Siapa sangka, ketika foto tas itu di-post di akun Facebook-nya ternyata teman-temannya ingin memesan. Sejak itulah Novi memulai bisnis Batik Chic, yang ia pasarkan sebagian besar lewat online. Namun, lama-kelamaan Novi merasa ‘gerah’ dengan pemasaran lewat online karena cepatnya orang menjiplak karyanya. “Sehari saya post, keesokan hari ada saja yang meniru modelnya dengan harga jual yang jauh lebih murah. Saya pikir saya tidak akan bisa bertahan lama jika begini terus,” ujar Novi, yang kemudian tak lagi menggunakan online marketing.

Menurut Novi, hal yang membedakan Batik Chic dengan brand lain yang sama-sama mengolah wastra Nusantara adalah karena ia tidak sekadar men-display barang. “Karena itu saya tidak mau membuka toko di mal, melainkan memilih membuka toko berkonsep galeri di Kemang, Jakarta Selatan. Karena, dengan demikian saya bisa melakukan banyak hal di sana,” ujar wanita yang pernah meraih UNESCO Award of Excellence for Handicraft 2012 ini.

Banyak hal yang disebut Novi  bisa menjadikan galerinya sebagai function untuk berbagai kegiatan, seperti knowledge sharing mengenai wastra Indonesia dari motif, filosofi hingga cara pakai, trunk show, menonton bareng film mengenai batik, hingga mini workshop mengenai kewirausahaan yang pernah dilakukan bersama komunitas Wanita Wirausaha Femina. “Semua kegiatan ini memungkinkan saya terus bisa komunikasi dengan customer saya, sekaligus bisa membuka pasar-pasar yang baru,” kata Novi, yang bisa menggelar 9 events dalam sebulan.

Dari mana dia mendapatkan business model seperti ini? Rupanya hal itu ia dapatkan semasa masih bekerja di bank, tepatnya di bagian private banking. “Ketika harus menjamu klien, saya biasanya melakukannya dengan membuat event di lounge. Hal ini saya terapkan juga ketika memiliki bisnis sendiri,” ujarnya.

Pengalaman di divisi private banking juga membuatnya mampu melakukan treatment yang pas untuk tiap konsumennya. Menurutnya, kemampuannya sudah diasah, bagaimana untuk serve pelanggan kelas VIP. “Hal ini juga yang membuat saya dulu membuat workshop sendiri agar lebih fleksibel dalam memenuhi pesanan pelanggan VIP yang rata-rata mintanya seperti membuat Candi Roro Jonggrang,” katanya tertawa.

Novi lantas bercerita bagaimana seorang pelanggannya memesan satu setel tas, sepatu dan kipas yang harus selesai dalam waktu 1 hari saja. Padahal, saat itu Novi sedang pameran di luar negeri. Tas dan sepatu bisa ia garansi jadi, tapi kipas tidak bisa karena ia membuat kipas ke perajin di Bali. “Akhirnya, saya mengirimkan kain untuk kipas itu lewat suatu maskapai ke Bali. Begitu sampai di tangan perajin, langsung dikerjakan, dan sorenya kipas itu dikirimkan kembali ke Jakarta sehingga keesokan hari bisa diambil oleh pemesan,” katanya.

Bagi Novita, pantang baginya untuk bilang ‘tidak’, meski untuk itu ia harus jungkir balik memenuhi permintaan konsumennya. “Tapi, saya tahu, feedback yang akan saya dapatkan akan bagus. Benar saja, tidak lama kemudian, ketika saya pameran di Budapest, Hungaria, pelanggan tersebut menelepon bahwa tas yang saya bikin dalam waktu kilat itu dipakai oleh ibu negara Hungaria. Merinding, ‘kan…,” katanya.

Meski begitu, Novi mengatakan, menjadi pengusaha memang perlu belajar menjadi aktor yang baik. Istilahnya, menghadapi customer yang marah pun dia harus bisa tetap tersenyum. Karena itu, dia punya semboyan, “Never open a store, unless you have dazzling smile,” katanya, tertawa. Bila seorang pengusaha merasa tidak bisa bersikap ramah, maka sebaiknya ia memilih di belakang meja saja.

Bukan hanya itu, Novi juga piawai dalam mengembangkan jejaringnya. “Salah satunya adalah dengan mengikuti lomba wanita wirausaha, seperti di Wanita Wirausaha maupun EY Entrepreneurial Winning Women,” katanya. Menurut Novi, bergabung dalam komunitas itu membuka banyak pintu peluang baginya, termasuk memungkinkan dirinya terpilih dalam program Indonesia Fashion Forward.

(***)

Sumber: femina.co.id

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar disini .


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...