Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Produk UKM Indonesia Tidak Kalah Saing di Pasar Global


0

Hampir dua dekade ini berbagai usaha kecil dan menengah (UKM) yang tersebar di Tanah Air mampu unjuk gigi dalam peta persaingan nasional. Di antaranya bahkan melejit dan berjaya di pasar global. Mereka menjadi instrumen pemerataan pendapatan dan mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa UKM yang sudah sudah berkiprah di pasar global antara lain Agustine Embroidery, Java Saxophones, Esprecielo International, Rajafarm, dan Korintji Heritage. Di balik kisah sukses UKM, tentu ada jalan panjang berliku. Agustine Siselowati, misalnya, mendirikan UKM Agustine Embroidery pada 2001. Produknya adalah produk interior, fashion, dan gift.

Semuanya home made. Karena rajin mengikuti berbagai pameran internasional, Agustine akhirnya berhasil mendapatkan konsumen, bahkan langganan di luar negeri. Kini dia telah memasarkan produknya ke beberapa negara seperti Dubai, London, Afrika Selatan, Bulgaria, Malaysia, Singapura. UKM yang terletak di daerah Baranangsiang Indah, Kota Bogor, ini memiliki produk beragam mulai gorden, mukena, taplak meja, lampu hias, dan lain-lain.

Produk yang dihasilkan banyak menggunakan bahan baku tekstil. Selain tekstil, untuk produk lampu juga menggunakan kayu limbah dari perusahaan mebel di dekat rumah Agustine. “Jadi semua memanfaatkan yang ada saja, tetapi kita produksi dan kemas dengan baik,” ungkapnya. 

Pada 2008, produk Agustine Embroidery pernah menjadi produk unggulan Jawa Barat yang mewakili provinsi tersebut di ajang pameran internasional Afrika Selatan. “Ketika di Afrika Selatan itu momennya sangat pas karena menjelang Piala Dunia. Mereka banyak mencari gift dan banyak sekali produk dari Jawa Barat yang laku terjual,” ujarnya. .

Selain Afrika Selatan, respons positif juga datang dari masyarakat Dubai. Masyarakat di sana menggemari aneka produk hasil kerajinan tangan Agustine Embroidery. Bahkan salah satu pengunjung pameran yang berasal dari Nairobi pernah memesan produk Agustine hingga satu kontainer. Lain lagi kisah Java Saxophones. Perusahaan manufaktur alat musik tiup saksofon dengan DNA UKM ini sudah mampu menjual berbagai produknya ke Amerika Serikat dan Inggris. Banyak musisi jazz yang menggunakan saksofon produksi Java Saxophones.

Dengan keberhasilan ini, target selanjutnya adalah mampu bersaing dengan saksofon merek lain yang lebih dulu menguasai pasar Eropa dan Asia. Java Saxophones merupakan binaan program pengembangan wirausaha OIM yang didirikan pada 2015 oleh pemain saksofon Bayu Isman bersama dua temannya, Ari Nawazar dan Vidi Nugraha. Bayu Isman mendirikan Java Saxophones lantaran sering kali menemukan saksofon yang spesifikasinya tidak cocok dengan keinginan dirinya. Akhirnya dia dan kedua temannya mendesain saksofon sendiri. 

Java Saxophones menjual produknya melalui media sosial. Ini merupakan strategi pemasaran yang jitu karena mudah menarik perhatian musisi dari dalam maupun luar negeri. Kini Java Saxophones memiliki nama-nama besar di dunia musik sebagai endorser seperti Damez Nababan, Tommy Pratomo, Mike Burton (AS), dan Matt Hines (Inggris). Java Saxophones membanderol produknya mulai Rp27 juta hingga Rp35 juta, tergantung pada model dan proses finishing yang biasanya sesuai dengan keinginan pemesan.

Finishing seperti rose gold plated, silver plated, atau gold plated memakan biaya lebih mahal daripada finishing normal seperti gold lacquer. Java Saxophones dalam waktu dekat akan merilis model terbarunya, yaitu Java 45 Series, saksofon kelas intermediate dengan harga lebih terjangkau, mulai Rp18 jutaan. Meski harganya jauh lebih murah daripada harga seri professional signature & SJ Series R, Java 45 Series tetap kuat ciri hand-made-nya. Ciri khas produk Java Saxophones adalah engraving unik pada bagian bell saksofon, yaitu ukiran wayang kulit dan barong. Ide kami memang ingin memasukkan kekayaan seni budaya Nusantara pada produk. Nyatanya itu jadi ciri khas produk Java Saxophones,” ujar Bayu Isman. 

Proses desain mulai pemilihan bahan, ukuran body, bell, bow, dan neck saksofon hingga finishing semua dilakukan di Jakarta. Untuk produksi, Java Saxophones bermitra dengan pabrikan di Taiwan. Negara itu memang populer sebagai basis manufaktur saksofon berkualitas tinggi seperti merek P Mauriat, Cannonball, Theo Wanne. Ketika prototipe pertama (alto & tenor signature) tiba di Indonesia, respons dari kalangan pemain saksofon di sini sangat baik. Saksofon tersebut bermodel signature yang menggunakan ukiran wayang pada bagian bell.

Inilah model terlaris dari Java Saxophones hingga sekarang. Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan model signature diputar untuk mengembangkan SJ Series R. Signature lebih mengarah ke vintage sound, sedangkan SJ Series R mengarah ke suara saksofon modern. Apa saja kendala ketika mengembangkan Java Saxophones? “Masa pembuatan prototipe, waktu produksi yang lama, hingga ditipu endorser,” jawab Bayu. 3

Dia dan teman-temannya pun mengubah sistem kerja sama dengan pabrik. Semua kendala akhirnya mencapai solusi. “Sekarang, 20 saksofon bisa diproduksi hanya dalam waktu dua bulan. Sebelumnya hingga tiga bulan,” sebutnya.

(***)

Sumber: okezone.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...