Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Raja Properti Australia Ajak Pengusaha Muda Indonesia Tidak Takut Berbisnis di Negeri Orang


0

Selasa, 28 Februari 2017 lalu, Asosiasi Penulis Inspirator Seluruh Indonesia (ASPIRASI) dan EnTRepreneurS menggelar acara bedah buku biografi pengusaha properti Iwan Sunito berjudul "Without Borders" yang berlangsung di kantor EnTRepreneurS. 

"Setiap kita punya kesuksesan tanpa batas. Buku ini adalah cerita inspiratif untuk anak muda menembus batas," ujar Iwan saat mengawali bedah buku "Without Borders". Melalui "Without Borders", CEO dan Owner Crown Group ini ingin berbagi pengalamannya berangkat dari pedalaman Kalimantan menjadi pengusaha properti yang sukses di benua Australia. 

Di acara yang diikuti ratusan peserta yang sebagian besar dari kalangan entrepreneur dan kaum muda yang tertarik menggeluti binis ini Iwan bercerita, "Di Australia saya punya dua pilihan kuliah, aeronautical engineering atau arsitektur," ujarnya. "Mungkin bila saya mengambil jurusan aeronautical engineering, kini saya sudah menjadi penjual pesawat tempur," lanjutnya sambil tertawa. 

Iwan akhirnya memilih arsitektur dan mulai membangun bisnis properti kecil-kecilan di Austalia. Mulai dari sekadar merenovasi pagar, kamar mandi, sampai membangun satu rumah, hingga akhirnya setelah berkelana dari satu proyek ke proyek lain, Crown mencapai proyek-proyek yang nilainya miliaran dolar Amerika Serikat sejak 2004. 

Tapi kemudian terjadilah resesi ekonomi pada 2008. “Terjadi slow down, tapi kami belajar,” kata pengusaha yang besar di Surabaya dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini. “Positioning produk kami harus jadi best of the best,”.

Pada saat resesi itu, kata Iwan, hanya ada dua pilihan: memotong ongkos supaya perusahaan bisa tetap hidup, atau membuat proyek yang terbaik kualitasnya. Crown memilih yang kedua. 

Ramuan Crown adalah apartemen terbaik, harus disukai semua orang, desain arsitekturnya bagus, sense of arrival yang luar biasa, dan taman-taman hijau. “Pada masa-masa itu, hasilnya bukannya profit berkurang tapi malah berganda,” katanya. 

Kini Crown Group berkembang menjadi pengembang dengan portofolio senilai Rp 48 triliun. Perusahaan ini sedang membangun V, sebuah menara hunian 29 lantai di Parramatta; Skye, hunian vertical 20 lantai di Sydney Utara; dan Crown Ashfield di barat. 

Ketekunan dan kerja keras terbukti menghantarkan Iwan Sunito menjadi salah satu pengusaha properti ternama di Australia. Di antaranya pernah menjadi pemenang penghargaan "Australian Property Person of The Year 2015". Kini, sudah dua dekade lebih Iwan Sunito eksis menggeluti dunia properti di negeri Kanguru-Australia.

"Bagi orang Indonesia dengan pengetahuan dan jaringan yang juga terbatas, mengawali bisnis di negari orang, memang sangat menantang. Tapi dengan kesungguhan, komitmen dan perjuangan keras,  orang Indonesia pun bisa berhasil di negeri orang. Makanya saya juga mengajak para pengusaha dan anak-anak muda Indonesia agar tidak takut untuk berusaha di negeri orang. Saya bersyukur, akhirnya dapat mewujudkan salah satu mimpi saya untuk bisa berbagi pengalaman dan kisah hidup saya melalui buku Without Borders ini,"  tutur Iwan Sunito yang mengaku tetap mencintai Tanah Airnya, Indonesia, seperti dikutip dari Eksekutif.com

Buku "Without Borders" terdiri dari 15 bab, menceritakan perjalanan jatuh bangun Iwan Sunito dari seorang anak hutan Pangkalan Bun-Kalimantan menjadi salah satu sosok yang disegani di industri properti di Australia. Bahkan, Iwan Sunito juga dijuluki sebagai raja properti di Australia. 

Prospek properti di Indonesia

Ketika ditanya mengenai bagaimana prospek bisnis properti di Tanah Air, Iwan mengaku banyak sinyal positif bahwa sektor properti Indonesia akan terus berkembang ke depannya.

Apalagi, menurutnya, negeri ini tidak kekurangan sumber daya berupa anak-anak muda yang kreatif, dan sangat potensial menjadi penggerak roda bisnis sektor properti.

"Prospek properti di Indonesia sangat luar biasa. Bahkan, banyak yang memprediksi bahwa di 2030, kita bisa jadi ke-7 terbesar di dunia. Apalagi, kita banyak generasi muda yang progresif. Jadi, menurut saya hal itu akan sangat berpotensi sekali," kata Iwan seperti dikutip dari Viva.co.id.

Ia mengatakan, maraknya developer asing yang mengadakan pameran di Indonesia untuk mengincar pasar lokal, seperti yang dilakukan Brady Group dari Melbourne dengan menggelar pameran hal itu merupakan peluang yang baik bagi mereka yang ingin memiliki hunian di Australia, atau bahkan untuk sekadar berinvestasi pada sektor properti di luar negeri.

Untuk itu, Iwan pun memberikan sejumlah tips, bagi siapa pun masyarakat Indonesia yang berminat untuk berinvestasi properti di luar negeri, terutama di negeri Kanguru tersebut.

Ia menjelaskan, jika ingin berinvestasi properti di luar negeri, utamanya di Australia, harus melihat beberapa hal.

“Misalnya, kita lihat daerah mana yang keberadaan orang lokalnya kuat, dan daerah mana yang kiranya banyak terdapat mahasiswa dari luar negeri. Karena, kedua hal ini akan menciptakan peluang yang cukup baik bagi pengembangan penjualan unit-unit properti, maupun dalam hal investasi, karena bisa disewakan kepada para foreign student tersebut," tuturnya.

Masa lalu pahit

Selaku seorang pengusaha properti sukses di Australia, siapa mengira Iwan Sunito pernah mengalami tinggal kelas saat sekolah dasar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. 

Mengutip dari CNNIndonesia.com, Iwan mengakui pengalaman saat itu sebagai titik balik, karena setelah tak naik kelas, dia justru ditempatkan di kelas yang isinya orang-orang pintar. Saat itu ia merasa dirinya adalah the worst. 

Sang orang tua, juga melewati masa-masa sulit. Sang ayah sempat kerja serabutan di Pangkalan Bun, setelah ‘gagal’ di Surabaya. Mulai dari memotong kayu, menyadap karet, sampai menjual karet dilakoninya.

Sampai akhirnya mereka bisa mendirikan toko kelontong kecil-kecilan. Itu pun sempat terbakar beberapa kali. 

Meski hanya memiliki toko kelontong kecil-kecilan, sang orang tua rupanya memiliki mimpi yang lebih besar untuk pendidikan. Anak-anaknya harus disekolahkan di luar negeri. Itulah yang membawa Iwan ke Australia. 

“Nama Chinese saya kan ada Huan, yang berarti gembira. Waktu saya dikandung dan dilahirkan, itu masa susah banget. Papa sakit dan mama waktu itu enggak ada income, jadi dia harus fighting,” katanya. 

“Kemudian mereka menyebut nama saya Huan yang diindonesiakan jadi Iwan. Berarti ada gembira di masa susah. Karena ada yang di Atas yang membantu,” katanya.(pus)

(***)

Dari berbagai sumber  

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.  

PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...