Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Raup Puluhan Juta Rupiah dari Kerajinan Koran Bekas


0

Meski jumlahnya masih sedikit, namun mulai banyak orang-orang yang memilih menjadi social entrepreneur, salah satunya Aling Nur Naluri. Namanya sudah cukup dikenal sebagai salah satu founder dari Rancage, produk kerajinan tangan yang terbuat dari koran bekas.

Kepada detikFinance, Nur menjelaskan awal mula dia dan rekannya mendirikan Rancage ketika melihat kehidupan masyarakat sekitar Sekolah Alam Bogor tempatnya bernaung. Dia melihat banyak ibu-ibu yang hidupnya pas-pasan yang sulit mencari pekerjaan untuk membantu suaminya.

Kebetulan saat itu dia juga tengah menjalankan program bank sampah, di mana para siswa Sekolah Alam Bogor diminta untuk mengumpulkan sampah-sampah. Nah karena melimpahnya sampah, Nur terbesit untuk membuat sebuah kerajinan berbahan sampah.

"Sampahnya kita riset, ada sekitar 11 jenis sampah yang kami riset. Ternyata bahan koran yang marketable yang cukup diapresiasi. Bahan-bahan lainnya banyak tapi akhrnya mengerucut ke koran," terang Nur.

Proses riset yang dilakukan pada 2012 itu sebenarnya tidak mudah. Membutuhkan waktu selama 1 tahun bagi Nur dan timnya untuk menemukan teknik pelintingan koran dan jenis coating-nya sebagai bahan pendukungnya. Bahkan dari modal awal hampir Rp 10 juta, sebagian besar dihabiskan untuk proses riset tersebut.

Untuk modal Rp 10 juta, Nur mengaku mendapatkannya dalam program garage sell yang dia lakukan bersama dengan orangtua murid Sekolah Alam Bogor. Saat itu para orangtua murid diajak berpartisipasi untuk menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Tahun pertama juga menjadi tahun yang paling sulit bagi Nur untuk mengembangkan Rancage. Awal mulanya dia mampu mengajak sekitar 6 orang ibu-ibu. Namun saat itu banyak ibu-ibu yang belum percaya bahwa bisnis sosial itu akan dijalankan secara serius.

"Jadi pembuktian ke masyarakat ini yang susah. Dari 6 orang di akhir tahun sisa 2 orang. Mereka keluar dengan berbagai alasan juga, ada yang pindah sampai karena keluarga," kenangnya.

Namun saat itu Nur sudah mulai rajin ikut pameran-pameran produk kerajinan tangan. Saat itu produk-produk Rancage belum begitu bervariatif, hanya seperti tempat pensil, keranjang dan lain-lain.

Ikut pameran dan ekspor

Tahun kedua dia juga masih rajin ikut pameran. Dia memang sengaja tidak terlalu banyak menjual produknya secara eceran melalui toko ataupun online. Sebab menurutnya dengan semakin besar orderan yang masuk semakin besar ibu-ibu yang bisa diberdayakan.

"Kita ingin impact-nya besar, mau tidak mau skala ordernya juga harus besar. Karena semakin banyak ibu-ibu yang bergabung, semakin besar juga kapasitas produksinya," imbuhnya.

Memasuki tahun ketiga, akhirnya Rancage mulai menarik perhatian sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut melakukan orderan dalam skala besar sebagai souvenir untuk perhelatan ulang tahun korporasi.

"Dari situ mulai banyak perusahaan yang order. Sekarang sudah ada sekitar 15 perusahaan yang order ke kita," imbuhnya.

Roda bisnis Rancage pun bergulir semakin kencang. Di tahun keempat Rancage mulai merambah pasar mancanegara.

Awal mulanya Nur mengikuti pelatihan eksportir yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Dari situ dia mendapatkan ilmu tentang regulasi dan penetapan harga untuk pasar ekspor. Kebetulan juga Nur mendapatkan mentor Helianti Hilman, seorang eksportir ternama pemilik Javara produk bahan makanan organik Indonesia yang sudah mendunia.

"Jadi kita juga ekspor pertama kali co-branding dengan Javara. Kami dibantu, jadi banyak produk Javara yang menggunakan packaging Rancage, tapi brand-nya terpampang dua. Itu diekspor ke Italia dan beberapa negara lainnya," kata Nur.

Dari situ, dia mulai menjajal untuk mencari buyer sendiri dari luar negeri. Nur mendapatkan buyer pertama sebuah perusahaan olive oil dari Amerika Serikat (AS). Rancage diminta untuk membuatkan packaging untuk produknya.

Sejak saat itu, pasar ekspornya pun semakin berkembang. Kini Rancage mampu memproduksi 2 ribu-3 ribu untuk produk berukuran medium dan 5 ribu-7 ribu untuk produk berukuran kecil per bulan. Produk-produk tersebut dikerjakan oleh 90 ibu-ibu yang dia berdayakan dan menghabiskan 500 ton koran bekas per bulan.

Produk-produk yang dihasilkan juga sudah berlimpah. Ada sekitar 200 desain yang telah dilahirkan, mulai dari tempat pensil, meja, kursi, lampu hingga hiasan dinding. Semuanya terbuat dari koran bekas dan bahan tambahan lainnya yang mampu bertahan cukup lama.

"Produk yang paling murah tempat pensil Rp 10 ribu, dan paling mahal itu hiasan dinding seperti tikar berukuran 6x6 meter seharga Rp 4 juta. Kalau daya tahannya saya belum tahu pasti, tapi ada buyer kami yang bilang kalau bertahan 3 tahun dia mau order lagi, sekarang dia sudah order lagi," tutur Nur.

Saat ini Rancage sudah menghasilkan omzet sekitar Rp 300 juta- Rp 500 juta per tahun atau sekitar Rp 25 juta-Rp 41 juta per bulan. Belum begitu besar memang, namun cukup untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Nur menjelaskan, dari omzet yang didapat sekitar 20% untuk penganyam, lalu 20% untuk biaya kontribusi ke lingkungan sekitar, 10% untuk alokasi darurat ketika ada ibu-ibu yang sakit atau keadaan darurat lainnya. Lalu 20% lagi untuk bahan penunjang seperti coating dan 10% untuk tabungan warga.

"Jadi untuk Rancage bahkan seringnya di bawah 20%. Itu juga untuk gaji staff operasional lain. Kalau saya sudah cukup dari suami saja," pungkas Nur.

(***)

Sumber: detik.com 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...