Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Vielga Wennida, Si Kreator Kebaya Encim Melalui Roemah Kebaya


0

Banyak orang bilang, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Namun, Vielga Wenida (36), pemilik Roemah Kebaya, membuktikan bahwa kebetulan adalah kesempatan tersembunyi yang diberikan kepada kita. Siang itu, dalam balutan kebaya encim oranye cerah, Weni, begitu ia biasa disapa, menceritakan perjalanannya membangun usaha Roemah Kebaya yang kini sudah menembus pasar internasional.  

“Saya sebenarnya kebingungan ketika lulus SMA dan hendak mendaftar kuliah,” kata Weni, membuka pembicaraan. Tahun 1996, Weni baru saja lulus dari sebuah SMA di Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Saat itu ia mengaku kurang banyak mendapatkan informasi tentang dunia perkuliahan dan berbagai pilihannya.

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk orang tuanya, saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), Weni akhirnya memutuskan untuk memilih jurusan akuntansi, di Universitas Indonesia. “Banyak yang mengatakan bahwa akuntansi adalah bidang yang selalu dibutuhkan, jadi tidak akan kekurangan lahan pekerjaan,” katanya, mengenang masa itu.

Nasib baik berpihak kepadanya, Weni lulus ujian dan berhasil masuk sebagai mahasiswa di Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia. “Jujur, saya tidak tahu kalau jurusan tersebut bergengsi. Waktu itu, banyak yang tidak percaya bahwa saya bisa lolos,” ujarnya, tersenyum. Maka, mulailah perantauan Weni di ibu kota  sebagai mahasiswa.

Meski masuk di kampus dan jurusan bergengsi merupakan berkah baginya, sebenarnya ia merasa kurang sreg dengan jurusan pilihannya itu. “Dari semester awal saya harus menghitung berbagai angka, memasukkannya dalam tabel neraca dan menjadikannya balance. Saat itu rasanya sulit sekali membuat neraca balance,” kenangnya.

Tak suka, bukan berarti ia menyerah. Weni pun berjuang keras menyelesaikan pendidikannya demi gelar sarjana di tangan. Setelah lulus kuliah, ia masih mencoba peruntungannya di bidang akuntansi. Sempat bekerja sebagai surveyor pada sebuah lembaga demografi di kampus almamaternya, Weni kemudian pindah ke perusahaan distribusi alat kesehatan sebagai staf akuntansi. Tak bertahan lama, Weni akhirnya memilih untuk pindah ke divisi marketing. Di sinilah ia merasakan jiwanya berjodoh dengan marketing, hingga ia lakoni selama tujuh tahun.

Bagi Weni, kepindahannya ke Jakarta itu sebagai kebetulan pertama yang mengubah hidupnya, sedangkan kebetulan kedua adalah ketekunannya menggambar. Sejak kecil, Weni gemar menggambar, terutama menggambar bunga. Bukan untuk ditekuni sebagai suatu keahlian, hanya sebagai hobi dan pengisi waktu. “Tiap ada waktu luang atau di tengah-tengah pelajaran yang membosankan, saya selalu mengisinya dengan menggambar,” ujar Weni, yang menganggap menggambar sebagai sarana untuk membantunya berpikir.

Kesenangan menggambar pula yang pada akhirnya membantu Weni mengembangkan usaha bordir untuk mukena milik sang ibu, Amrida. Di kampung halamannya, Payakumbuh, ibunda Weni memiliki usaha bordir turun-temurun. Namun, sejak bordir menggunakan teknologi komputer --yang tak banyak menggunakan tenaga manusia-- booming, penjualan mukena bordir tradisional mengalami penurunan. “Bordir komputer memang lebih rapi, cepat, dan sedikit menggunakan tenaga manusia,” jelas Weni.

Roemah Kebaya

Ibunda Weni bahkan sempat memindahkan wilayah pemasaran hingga ke Malaysia, tapi tetap tidak mengubah keadaan. Mereka harus menjual tanah dan menggadaikan berbagai barang berharga agar usaha mereka bisa bertahan. Tapi, semua perjuangan tersebut sia-sia. Amrida harus kembali ke Payakumbuh dengan tangan hampa. Weni ingat, saat-saat tersebut sebagai titik terendah dari usaha ibunya.

Pada tahun 2001, Weni turun tangan dan memutar akal bagaimana agar keahlian membordir tradisional yang dimiliki anak buah ibunya bisa menghasilkan produk lain. Memanfaatkan keahliannya menggambar bunga dan kesenangannya pada kebaya encim, Weni mulai membuat kreasi motif bordir bunga untuk kebaya encim.

Ketika mulai menjalankan bisnis dengan bermodal Rp5 juta ini, Weni masih berstatus karyawan. Ia pun tidak dapat mencurahkan waktunya untuk usaha barunya ini, terutama soal pemasaran. Akhirnya, hasil rancangan kebaya bordirnya ia kirim ke Jakarta, untuk kemudian dijual di acara bazar. Ternyata, peminatnya cukup banyak. Mereka tertarik pada warna kebaya encim yang cerah plus bordiran bunganya yang atraktif.

Trade mark kebaya encim koleksi Weni memang berani memadukan warna-warna cerah dengan bordir bunga-bunga menawan. Kebayanya pun bisa dipakai untuk berbagai kesempatan, formal maupun kasual dan oleh berbagai kalangan usia. Tak heran jika kemudian warna-warna kebayanya yang terang mudah menarik mata pembeli.

Melihat permintaan kebaya encimnya yang makin banyak, ia akhirnya memutuskan berhenti bekerja dan berkonsentrasi di usaha barunya ini. Tahun 2008 menjadi tonggak sejarah bagi berdirinya Roemah Kebaya. “Saat itu saya baru berani membuat motif bunga, karena hanya itulah keahlian saya menggambar,” jelas wanita yang selalu bersemangat ketika berbicara ini.

(***)

Sumber: femina.co.id

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar disini .


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Ingin Buka Bisnis Penginapan? 5 Hotel Milik Artis Ini Bisa Dijadikan Referensi

Jika Sobiz ingin berbisnis di bidang properti, maka bisnis yang cukup populer dan menguntungkan adalah hotel dan resort. Bahkan artis pun juga turut meramaikan bisnis tersebut. Sangat wajar, sebab bis ...

Mulai Bangun Usaha Pengolahan Kertas Semen Yang Stabil Dengan Pinjaman Modal Dari Smartbisnis

Kepedulian terhadap lingkungan ternyata bisa berbuah manis dan mendatangkan laba. Rasa peduli itu bisa Sobiz wujdukan berupa mengolah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan berupa aneka tas, dom ...

Lebaran Telah Usai, 5 Peluang Usaha Ini Mendadak Langsung Ramai Dan Laku

Bicara bisnis setelah lebaran, ada beberapa usaha yang bakal ramai banget seusai lebaran ini. Buat Sobiz yang telah menjalankan usaha tersebut, ada baiknya siapkan waktu dan tenaga lebih buat menampun ...

Mengantongi Untung Saat Lebaran Dengan Menyewakan Lahan Parkir Kendaraan

Tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan untuk membeli kendaraan bermotor roda empat, tidak berbanding lurus dengan kepemilikan lahan pribadi yang cukup untuk memarkir ...

Meraup Keuntungan Dari Fenomena Game Online, Bisnis Ini Bisa Sobiz Coba

Kini main game tidak hanya sekadar hobi. Main game bisa juga dijadikan ajang olahraga zaman now yang sekarang dikenal sebagai e-sport. Di Indonesia sudah ada organisasi perkumpulannya dan dinamakan Pe ...

Belajar Dari Bisnis Sewa Modem Di Luar Negeri, Teknologi Wifi Kian Berkembang Menjadi Bisnis

Internet merupakan bahan utama bagi masyarakat zaman sekarang untuk mewujudkan aktualisasi diri mereka di dunia digital. Update di Instagram, foto di tempat wisata, ibaratnya telah menjadi oleh-oleh w ...

Temukan Banyak Referensi Bisnis Khusus di Bulan Ramadhan Hanya di Website Smartbisnis

Untuk menemukan peluang usaha yang cocok dengan Sobiz dan juga membuat sukses bukanlah hal yang mudah. Butuh analisa khusus, terutama Sobiz perlu tahu apa yang ada dalam diri Sobiz? Kemampuan apa saja ...

Berbagai Jenis Bisnis Yang Bisa Dijalankan di Bulan Puasa Menggunakan Sosial Media Bersama Wifi.id Corner

Saat ini ada banyak sekali peluang untuk memulai usaha mulai dari modal sedikit  sampai dengan modal besar, khususnya usaha online. Berbisnis melalui sosial media contohnya adalah usaha rumah ...

Berbagai Jenis Usaha Dadakan di Bulan Ramadhan Yang Bisa Datangkan Jutaan Rupiah

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain dijanjikan akan banyak ladang pahala, bulan Ramadhan juga menyimpan ladang rezeki. Banyak sekali orang menciptakan usaha dadakan selama bulan puasa den ...

Tips dan Trik Memulai Usaha Baru di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bagi Sobiz yang mau memulai usaha, sekarang adalah saat yang tepat untuk bersiap-siap. Seperti diketahui, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan h ...