Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Mari Belajar Dari Cerita Kegagalan Bisnis Sariwangi dan Nyonya Meneer


0

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat baru-baru ini memberikan status pailit kepada PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dan Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Hal ini lantaran pengadilan mengabulkan pembatalan homologasi atau perjanjian perdamaian antara Bank ICBC Indonesia dengan kedua perusahaan tersebut.

Untuk yang belum mengenal, Sariwangi AEA adalah perusahaan pencipta merek teh Sariwangi, pionir teh celup di Indonesia. Perusahaan tersebut berdiri sejak 1962 dan mengeluarkan produk teh celup pada 1973. Lalu pada 1983, merek teh tersebut diakuisisi oleh Unilever. Namun sejak beberapa tahun silam, Unilever mengaku tak lagi bekerja sama dan terkait dengan merek teh Sariwangi.

Kasus serupa juga terjadi pada perusahaan jamu legendaris Nyonya Meneer yang dinyatakan pailit pada Agustus 2017 silam, setelah Pengadilan Niaga (PN) Semarang mengabulkan gugatan kreditur konkuren asal Turisari Kelurahan Palur Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah, Hendrianto Bambang untuk membatalkan perjanjian perdamaian yang telah dilakukan kedua pihak. Padahal Nyonya Meneer yang legendaris tersebut berdiri sejak 1919.

Jika Sobiz cermati kasus-kasus di atas, Sariwangi dan Nyonya Meneer memiliki kesamaan yaitu setelah sekian lama mereka berhasil membangun merek, namun gagal dalam mempertahankan keberlangsungan produktivitas perusahaan. Kedua kasus ini dapat Sobiz jadikan pelajaran bahwa sebuah merek yang sudah terkenal pun masih bisa mengalami kegagalan.

Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus mengatakan, salah satu permasalahan perusahaan yang mengalami pailit adalah kegagalan dalam berinovasi sesuai perubahan konsumsi masyarakat. Di era yang semakin modern membuat kompetisi makin ketat, karena perusahaan juga harus bersaing dengan produk luar negeri. Perusahaan harus semakin jeli mambaca minat dan kecenderungan calon konsumen, salah satunya berinovasi dengan melahirkan varian produk yang sesuai permintaan pasar.

Selain inovasi, tata kelola manajemen perusahaan juga menjadi kunci utama dalam menghadapi kompetisi di era global. Ketua umum Asosiasi Pengusahan Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, menyebutkan manajemen perusahaan harus sensitif dengan setiap perubahan pasar. Untuk itu penting sekali adanya regenerasi pada jajaran manajemen perusahaan. Generasi muda dalam sebuah perusahaan harus selalu diberikan kesempatan dan ilmu yang sebanyak-banyaknya, sehingga generasi muda ke depannya akan siap menggantikan generasi tua di jajaran manajemen, dan perusahaan pun akan melahirkan banyak inovasi.

Nah itulah tadi kasus perusahaan yang mengalami pailit yaitu teh Sariwangi dan Nyonya Meneer yang sangat legendaris beserta pelajaran yang dapat kita ambil dari kedua kasus tersebut. Semoga bermanfaat untuk bisnis yang Sobiz jalankan. Jika Sobiz ingin lebih banyak ilmu-ilmu seperi ini, maka segera bergabung bersama Smartbisnis. Di sini, Sobiz akan mendapatkan berbagai tips, trik dan dukungan serta bantuan dalam bentuk pinjaman modal mudah untuk memulai usaha Sobiz.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan kunjungi www.smartbisnis.co.id dan temukan solusi terbaik untuk bisnis Sobiz.

 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar