Chat with Us

Aktifkan STARBOX

5 Cara Atur Keuangan Saat Ramadan


0

Bulan Ramadan tiba, kamu harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, seperti persiapan hati, fisik dan mental. Ketiga hal ini harus dipersiapkan dengan baik agar ibadah puasa kamu dapat berjalan dengan sempurna.

Tak hanya itu, kamu juga harus menjaga dan mempersiapkan keuangan selama sebulan. Walaupun, selama 1 bulan penuh kamu akan lebih jarang makan karena berpuasa, bukan berarti pengeluaran keuangan kamu berkurang.

Masih banyak orang yang pengeluarannya malah menjadi membengkak selama bulan Ramadan. Contoh kecilnya ialah mahalnya biaya makan sekaligus ajakan makan bersama di luar menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah pengeluaran. 

Nah, supaya kehadiran bulan puasa tidak menjebak kita dalam laku konsumtif yang berlebihan, perlu strategi khusus dalam pengelolaan keuangan Ramadan supaya kondisi keuangan tidak amburadul di bulan mulia ini. Simak tips penting seperti dikutip dari Kompas.com berikut ini:

1.  Ingat prinsip kesederhanaan dan menahan diri 

Kamu perlu ingat, hakikat berpuasa adalah menahan diri. Bukan sekadar menahan haus dan lapar, ya. Berpuasa adalah menahan diri dari segala sifat dan tingkah laku yang berlebih-lebihan. Ingin menjadikan bulan ini istimewa melalui menu berbuka yang spesial? Tidak salah. 

Yang istimewa tidak perlu selalu mewah, bukan? Begitu juga untuk perlengkapan ibadah, tidak perlu selalu baru setiap datang Ramadhan. Biasakan berbelanja sesuai kebutuhan saja. Logikanya, ketika bulan puasa, kebutuhan dapur justru berkurang karena makan yang semula 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. 

Maka itu, sebenarnya kita memiliki celah untuk lebih hemat. Perubahan pola konsumsi sebenarnya dapat membantu kamu berhemat biaya makan. Maka itu, ingatlah selalu prinsip kesederhanaan dan menahan diri. Fokus hanya pada kebutuhan yang utama dan tidak berlebih-lebihan. 

2. Hitung kebutuhan 

Kebutuhan seputar bulan puasa dan Lebaran memang tidak sedikit. Tapi, kamu bisa menghindari tindakan boros dengan menyortir lagi pos mana yang memang kebutuhan dan mana yang sebenarnya sebatas keinginan. 

Sebagai gambaran, jika kamu ingin berbuka puasa yang spesial bersama keluarga. Demi waktu yang berkualitas, berbuka bersama keluarga tidak harus dilakukan setiap hari di restoran, bukan? Jadikan spesial dengan mengatur waktunya menjadi dua kali kesempatan atau setiap akhir pekan saja bila budget memungkinkan. 

3. Belanja cerdas dengan promo

Para peritel paham dengan behaviour atau tingkah laku konsumen saat musim perayaan seperti ini. Mereka banyak menebar promo diskon untuk berbelanja. Kamu bisa memanfaatkan penawaran itu untuk bisa menghemat pengeluaran. Misalnya, untuk kebutuhan belanja kebutuhan dapur atau groceries shopping, kamu bisa memakai promo-promo dari penerbit kartu kredit.

4. Siapkan kebutuhan besar jauh-jauh hari 

Kamu berencana mudik tahun ini? Bila iya, persiapan biaya ada baiknya dilakukan jauh-jauh hari supaya tidak melonjak terlalu besar. Misalnya, kamu ingin membawa oleh-oleh untuk kerabat di kampung halaman. Cicillah pembeliannya jauh-jauh hari dengan memanfaatkan diskon sehingga bisa mendapatkan harga lebih murah.

Mengapa perlu demikian? Jelang bulan puasa, harga-harga barang dan jasa sudah berbeda alias naik tinggi. Jadi, bila kebutuhannya sudah kamu siapkan jauh-jauh hari, kamu bisa terhindar dari “harga lebaran”. Ini termasuk kebutuhan tiket mudik.

5. Manfaatkan THR dengan bijak

Beberapa perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) seminggu setelah puasa atau ketika Lebaran masih kurang 3 pekan lagi. Kamu yang mendapatkan THR bisa memanfaatkan penghasilan tahunan ini untuk membiayai pengeluaran tahunan misalnya untuk kebutuhan mudik. (inf)

(***) 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar