Chat with Us

Aktifkan STARBOX

5 Tips Jitu Atur Gaji Untuk Masa Depan


0

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menabung, salah satunya untuk 

kestabilan finansial pada masa depan. 

Banyak orang yang menganggap kalau menabung hanya diperuntukkan untuk 

orang-orang yang memiliki pendapatan besar. 

Meskipun gaji kamu pas-pasan, ternyata penting lho buat kamu menabung.

Tidak hanya masalah besar atau kecilnya pendapatan, banyak orang yang tidak 

mengetahui cara yang tepat agar dapat menyisihkan pendapatan untuk 

ditabungkan. 

Sebenarnya, banyak cara yang dapat dilakukan agar bisa menyisihkan pendapatan 

untuk ditabung.

Berikut ini cara cerdas untuk alokasikan pendapatan untuk persiapkan masa depan 

yang sejahtera seperti dilansir dari liputan6.com, Jum'at (15/10/2017):


1. Sisihkan Dana Tabungan di Awal

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah menyisihkan dari awal beberapa bagian 

pendapatan untuk ditabungkan atau diinvestasikan. 

Cara ini merupakan cara menabung yang tepat dan efektif.

Jangan menabung dari sisa pendapatan yang sudah dikurangi dengan total 

pengeluaran. 

Dari awal saat menerima gaji, sisihkan segera dana untuk menabung dan investasi. 

Minimal besaran dana yang dapat kamu ambil sekitar 10 persen dari total 

pendapatan yang diterima setiap bulannya.

2. Berinvestasi

Kamu bisa menempatkan dana di beberapa tempat invest yang mana nantinya 

akan mendatangkan keuntungan pada masa depan. 

Ada banyak jenis investasi yang dapat dipilih, mulai dari deposito, saham, emas, 

reksadana, properti, dan lainnya.

Namun, dalam memilih investasi, kamu harus lebih hati-hati lagi karena akan ada 

banyak hal yang perlu dipertimbangkan, apalagi setiap jenis investasi memiliki 

risiko dan tingkat risikonya sendiri berbeda-beda. 

Prinsip dalam investasi, semakin banyak keuntungan yang dihasilkan, akan 

semakin tinggi pula risiko yang ditanggung.

Dalam berinvestasi, usahakan untuk tidak menempatkan dana hanya di satu jenis 

investasi. Hal ini akan sangat mengurangi risiko yang bisa terjadi saat berinvestasi.

Untuk itu, pilihlah jenis investasi yang memang sesuai dengan tujuan keuangan 

dan profil risiko. 

Jika kurang memahaminya, kamu bisa mencoba untuk mengonsultasikan ke 

perencana keuangan.

3. Buat Dana Cadangan/ Darurat

Dana darurat akan sangat bermanfaat untuk membantu ketika ada kebutuhan 

yang mendesak ataupun mengalami musibah secara tiba-tiba.

Misal tiba-tiba kamu sakit, mengalami kecelakaan, dan lainnya. 

Untuk dana darurat atau cadangan ini, kamu bisa menyisihkan minimal 10 persen 

dari pemasukan setiap bulannya.

4. Manfaatkan Pendapatan Tak Rutin

Saat bekerja, tentu saja kamu akan mendapatkan bonus, tunjangan, reward, dan 

sejenisnya dari perusahaan. 

Hal ini biasanya dilakukan perusahaan untuk mengapresiasi karyawannya. 

Kamu bisa memanfaatkan pendapatan nonrutin ini untuk dialokasikan sebagai 

dana investasi ataupun untuk memperkuat tabungan dana darurat.

Meskipun hal tersebut di luar dari pemasukan tetap, tidak baiknya jika 

menggunakan untuk kebutuhan yang tidak penting. 

Akan lebih baik untuk memanfaatkan pendapatan non rutin ini untuk mendatangkan keuntungan ke depannya.

5. Miliki Asuransi

Memiliki asuransi merupakan hal wajib yang perlu dipersiapkan untuk masa depan 

yang lebih terjamin. 

Dengan adanya asuransi, kamu bisa memproteksi kondisi finansial dari berbagai macam risiko buruk yang bisa saja terjadi. 

Hal ini karena kita tidak pernah tahu hal apakah yang akan terjadi. Bisa saja kamu tiba-tiba sakit, kecelakaan, atau risiko buruk lainnya. 

Karena itu, pentingnya asuransi untuk menjamin dari segala risiko yang ada. 

Mulai dari asuransi kesehatan, kendaraan, rumah, hingga asuransi lainnya.

Jika perusahaan sudah memproteksi dengan asuransi, dalam hal ini, kamu cukup 

beruntung. 

Tapi, kalau tidak, tak ada salahnya untuk mulai mengajukan asuransi. 

Untuk properti yang berharga, seperti rumah, mobil, dan lainnya, pastikan jika 

asuransi akan tetap berjalan.

Jangan sampai asuransi tersebut hanya berlaku saat sedang melunasi 

pencicilannya saja. 

Dengan begitu, saat terjadi risiko-risiko buruk, pihak asuransi 

yang akan menjaminkannya sehingga tidak akan memengaruhi kondisi finansial.

(***)

Sumber: Liputan6.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar