Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Bagaimana Seharusnya Reward Berupa Uang Bisa Memotivasi Pekerja?


0

Memotivasi pekerja atau karyawan tempat usaha kamu, merupakan salah satu hal yang harus kamu lakukan sebagai pemilik usaha atau bisnis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memotivasi mereka, mulai dari ucapan terima kasih secara tulus dari atasan, menyediakan tempat istirahat di lingkungan kerja, tiket liburan jika target tercapai, jam kerja yang fleksibel, mengizinkan kerja dari mana pun, kenaikan jabatan hingga memberikan reward dalam bentuk uang. Pertanyaannya, benarkah memberi reward atau penghargaan dalam bentuk uang dapat benar-benar memotivasi pekerja?

Beberapa orang percaya bahwa reward dalam bentuk uang akan sangat menotivasi para pekerja. Namun, tidak sedikit pula yang setuju bahwa reward dalam bentuk uang justru memberikan efek buruk dalam memotivasi pekerja, bahkan bisa “membunuhnya”.

Tiga orang peneliti, Liad Bareket-Bojmel, Guy Hochman dan Dan Ariely melakukan penelitian mengenai hal ini. Dan Ariely merupakan seorang Profesor di bidang Psikologi dan Perilaku Ekonomi. Mereka melakukan penelitian pada sebuah fasilitas manufaktur untuk semikonduktor, dimana pekerja diukur dari tingkat produktifitasnya. Hasil dari penelitian mereka menunjukkan bahwa para tiap pekerja akan memberikan reaksi yang berbeda untuk bentuk penghargaan yang berbeda. Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan bahwa, penghargaan, baik itu dalam bentuk uang tunai, pengakuan kerja, ataupun voucher, sama-sama bisa berhasil. 

Ketika reward menjadi bumerang

Penelitian yang dilakukan oleh Liad Bareket-Bojmel, Guy Hochman dan Dan Ariely ini menunjukkan bahwa pemberian reward memberikan efek positif pada tingkat produktifitas pekerja. Namun, “after-effect” dari pemberian reward mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memberikan reward apa yang tepat untuk diberikan.

Mereka melakukan percobaan penelitian dengan memberikan tiga jenis penghargaan terhadap para karyawan yang memiliki kinerja terbaik dalam tantangan produktifitas:

1. Uang tunai senilai Rp500.000

2. Voucher belanja senilai Rp500.000

3. Verbal recognition atau reward dalam bentuk ucapan secara lisan seperi: “good job”, “terima kasih telah melakukan yang terbaik”.

Pada tiga kasus di atas, produktifitas terus naik ketika kompetisi masih berlangsung. Namun setelah kompetisi berakhir, kinerja mereka langsung turun drastis. Hanya kinerja dengan reward dalam bentuk verbal recognition yang tidak mengalami penurunan. Sementara untuk kasus reward dalam bentuk uang tunai atau voucher belanja, kinerja karyawan langsung turun setelah lonjakan produktifitas di awal. Hasil penemuan ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dan Ariely yang menunjukkan bahwa penghargaan dalam bentuk uang tunai bukanlah motivasi yang baik.

Jadi, haruskah kita sebagai pemilik usaha menghentikan semua reward dalam bentuk uang?

Menurut para peneliti, para karyawan seharusnya telah diberi tahu di awal mengenai hadiah atau reward yang akan terima, baik itu dalam bentuk cash ataupun voucher. Mereka menjelaskan bahwa para pekerja sangat ingin merasa dihargai sehingga, ada kemungkinan bahwa para pekerja akan merasa tersinggung jika “nilai” hadiah yang ditawarkan kecil. Hal ini merupakan pelajaran bagi kamu para pemilik bisnis atau atasan, bahwa kamu harus berhati-hati dalam menentukan “nilai” reward. Jangan sampai para pekerja merasa tidak puas dan ini justru akan menjadi bumerang bagi kamu si pemilik bisnis.

Namun, sebagai pemilik bisnis kamu juga harus melihat kemampuan usaha atau bisnis yang kamu miliki dalam menentukan nilai kepada para pekerja. Jangan sampai memberatkan usaha, namun juga jangan terlalu kecil nilainya. Bahkan yang terburuk, menghentikan atau tidak memberikan reward sama sekali. Jika hal ini terjadi, produktivitas dan kinerja pekerja akan menurun drastis.

Maka jalan terbaik adalah, sebagai pemilik bisnis mulailah untuk juga memberikan verbal recognition kepada pekerja, tidak hanya kepada pekerja yang mencapai kinerja terbaik, tapi juga memotivasi pekerja yang lain. Hal ini bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan internal bisnismu. Lingkungan kerja yang nyaman, akan membuat pekerja senang. Pekerja yang bahagia, akan menghasilkan peforma yang terbaik untuk tempatnya bekerja.

(***) 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar