Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Begini Suka Duka UKM Berjualan di Internet


0

Banyak pengusaha muda aktif memanfaatkan berbagai platform di internet untuk memasarkan produknya. Namun, pendistribusian masih menjadi tantangan bagi mereka.

Seperti yang dikatakan oleh pemilik usaha Bau Duren salah satu UKM Mitra Binaan Telkom yang bergabung dalam kegiatan Telkom Craft Indonesia. Feri Anto yang berusia 25 tahun memasarkan produknya yang berupa daging duren tanpa biji, sudah di proses dan dimasukan kedalam kemasan cup lalu dipasarkannya melalu berbagai media sosial.

Bau duren juga memiliki website sendiri agar memudahkan reseller maupun agen untuk bekerja sama.

Bau Duren dikemas dalam cup berukuran 20gr, 50gr, dan 100gr. Karena Bau Duren hanya tahan empat jam di luar freezer dan 12 jam di dalam stereofoam, maka pendistribusian cukup menjadi tantangan tersendiri.

Bau Duren telah memasarkan produknya mulai dari Jabodetabek hingga Papua. Sejak 2015, Feri bersama teman-temannya menjual jus durian dengan beragam topping di salah satu restoran di Bandung. Sepinya peminat, membuat Feri memutar akal. Ia mengemas daging durian dengan berbagai ukuran cup.

Tujuan utama hanya untuk memudahkan penikmat durian untuk menikmati buah yang hanya bisa langsung dimakan, juga tidak perlu kotor sata memakan durian.

Sejak awal sasaran konsumen lebih ditargetkan ke anak muda pecinta durian. Namun, nyatanya cukup banyak pula orang tua berusia lanjut yang menyukai Bau Duren, sekitar 60% anak muda dan 40% orang tua.

Harapannya untuk memasarkan Bau Duren melalui Event Telkom terbilang sudah terlihat. Ia mendapat banyak koneksi dengan pegiat UKM lain hingga menawarkan kerjasama. Feri pun tak segan-segan memberi tips bagi mereka yang ingin mulai berbisnis.

Rumah Aya Sophia, juga menjadi salah satu yang menjadi inspiring atas suka dan duka nya berjualan di Internet, media Internet dimanfaatkan Aya Sophia untuk meluaskan pemasaran yang memiliki konsumen setia di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Salah satu marketplace yang ia gunakan untuk memasarkan produknya adalah blanja.com. Namun, ia masih menemukan tantangan saat menggunakan marketplace.

UKM yang dinamainya Rumah Aya Sophia ini cenderung memasarkan produk menggunakan sosial media, karena dinilai bisa mengatur feed yang menarik dan dapat sesuka hati kapan saja ingin meng-upload produk.

Bisnis yang ia jalankan bersama teman-temannya ini berfokus pada jilbab, mukena, dan home decor berupa sarung bantal. Tidak ada karakter khusus yang dipilih untuk menarik hati konsumen dari segmen tertentu. Beberapa motif kerudung ada yang berawarna salem dan adapula bold. 

Pebisnis asal Bogor ini menjual kerudung seharga Rp 50.000- Rp 60.000, mukena Rp100.000-Rp 250.000, dan sarung bantal seharga Rp 45.000.

Dengan didukung keluarga dan teman-teman, Aya berharap melalui Telkom Craft Indonesia, produknya bisa dikenal lebih luas lagi.

Selain itu, suka duka dalam berjualan di Internet pun dirasakan oleh  Maijah, produk skincare yang satu ini nyaman memasarkan produk mereka di sosial media.

Kakak-beradik Lula Yulvia dan Dea Meidina sejak 2012 sudah menjual berbagai skincare berbahan alami. Mulai dari masker wajah, masker rambut, hingga body scrub, yang membuat citra natural pada produk maijah melekat dari kemasannya yang simpel.

Dengan semangat, Lula menjelaskan kepada pembeli berbagai manfaat dari masker lumpur, kopi, susu, yoghurt, coklat, green tea, dan madu bagi tubuh.

Perawatan rambut pun tidak boleh diabaikan. Maijah memiliki produk hair mask yang dapat disesuaikan dengan keluhan setiap konsumen.

Berawal dari sekedar menjual ke teman terdekat, kini peminatnya sudah lebih luas lagi. Sejauh ini, masker green tea dan coklat masih menjadi favorit konsuman Maijah. Produk berkisar dari Rp 25.000-Rp 50.000 dengan pilihan kemasan sebesar 25gr dan 50gr.(akw)

(***) 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar