Chat with Us

Aktifkan STARBOX

BEI Gandeng Bekraf Dorong Startup Masuk Lantai Bursa


0

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) hari ini resmi menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendukung perkembangan perusahaan rintisan atau startup. Bentuk dukungan ini ditandai dengan pendatanganan kerja sama antara BEI dengan Bekraf. 

Kerja sama antara BEI dan Bekraf ini ditandai dengan nota kesepahaman yang diteken Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

Fadjar menjelaskan, bentuk kerja sama antara kedua pihak antara lain mencakup penyelenggaraan pelatihan dan serta pendukungan fasilitas kepada startup jaringan Bekraf maupun peserta IDX Incubator (fasilitas kepada startup yang hendak melantai di pasar modal). 

"Kami berharap kerja sama ini berhasil mendorong startup berbasis teknologi kita untuk scale up dan terus berkembang," kata Fadjar  di Gedung BEI, Selasa (3/4/2018).

Sementara menurut Tito, Bekraf memiliki banyak produk kreatif tidak hanya di startup digital akan tetapi juga meliputi industri kreatif lainnya seperti perfilman, fashion, kerajinan, dan lainnya yang notabene membutuhkan akses permodalan. "Ini dua organisasi non profit, yang satu punya akses permodalan kepada emiten dan bisa menjadi fasilitator kepada investor yang satu punya produk," kata dia.

Kepala Bekraf Triawan Munaf menyebutkan, adanya kerja sama ini bisa mendorong perusahaan startup untuk naik kelas. Apalagi saat ini BEI juga tengah menggagas program IDX Incubator yaitu program yang mewadahi startup berbasis digital agar bisa go public melalui Initial Public Offering (IPO).

Nantinya Bekraf dan BEI akan berkoIaborasi dan promosi bersama pada penyelenggaraan petatihan dan pembinaan bagi para pelaku usaha startup. Bekraf bukan hanya mendukung penyediaan tenaga pengajar dan mentor tetapi juga memberikan referensi sekaligus akses investor untuk pembiayaan startup peserta IDX Incubator. 

"Kita masih pertajam lagi kerja samanya tapi yang utama adalah permasalahan di ekonomi kreatif adalah akses permodalan. Nah, di bursa ini tempatnya untuk permodalan dan bagaimana cara mengawinkan antara kebutuhan kami dan sistem atau ide baru yang bisa membuka investor untuk melihat ini sebagai kegairahan baru," ujar Triawan. (inf)

(***)


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar