Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Studi Ungkap Kesamaan Pekerjaan Pertama Para Miliarder Dunia


0

Sebuah studi menemukan bahwa ada kesamaan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh 100 orang terkaya di dunia. Lebih banyak miliarder yang memiliki pekerjaan pertama sebagai tenaga pemasar ketimbang pekerjaan lainnya.

Perusahaan rekrutmen Inggris Aaron Wallis mempelajari latar belakang 100 orang terkaya di dunia. Mereka menemukan bahwa 10 persen dari jajaran orang tajir tersebut awalnya bekerja sebagai tenaga pemasar barang dan jasa.

"Bisa saja orang-orang yang familier dengan perjanjian bisnis sejak awal karier mereka akan maju menjadi orang yang sukses dalam perjanjian bisnis senilai jutaan atau miliaran di kemudian hari," kata pihak Aaron Wallis dalam laporannya seperti dikutip dari Time, Rabu (20/9/2017).

Aaron Wallis menyatakan, salah satu contoh suksesnya adalah George Soros yang merupakan orang terkaya ke-29 di dunia. Soros memulai karier sebagai tenaga pemasar keliling untuk produk mainan dan hadiah sebelum akhirnya menjadi trader dan broker.

Sama halnya pula dengan pendiri dan CEO perusahaan komputer Dell, Michael Dell. Ia memulai pekerjaan sebagai tenaga pemasar surat kabar sebelum akhirnya memperoleh kekayaan sebagai pendiri perusahaan peangkat keras komputer.

Selain tenaga pemasar, pekerjaan pertama yang kerap dilakukan miliarder adalah trader saham. Serupa dengan tenaga pemasar, seorang trader saham harus memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik agar sukses dalam perdagangan saham.

Di samping itu, pekerjaan pertama para miliarder lainnya adalah developer perangkat lunak dan insinyur komputer. Ada juga miliarder yang memiliki pekerjaan pertama berupa pekerja konstruksi.

Studi tersebut juga meelajari program studi yang diambil para miliarder di bangku kuliah. Teknik adalah jurusan yang paling umum, di mana 22 dari 100 orang miliarder berkuliah di fakultas teknik.

"Ada tren yang jelas antara orang-orang yang kuliah di jurusan teknik dan 100 orang terkaya di dunia. Banyak wirausahawan yang memperoleh kekayaan di bidang teknologi dulunya kuliah jurusan teknik," ungkap Aaron Wallis.

Program studi bisnis berada pada peringkat kedua, diikuti oleh program studi keuangan dan ekonomi. Hanya 3 orang miliarder yang kuliah jurusan ilmu komputer. Bahkan, 25 persen miliarder yang dipelajari Aaron Wallis tidak memiliki gelar akademis.

(***)

Sumber

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar