Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Ternyata Ini 3 Rencana Besar Grab Setelah Akuisisi Uber


0

Pekan terakhir di bulan Maret 2018 ini Grab mengumumkan akuisisi terhadap operasional Uber di Asia Tenggara. Langkah akuisisi dan merger ini merupakan salah satu upaya Grab untuk bisa menjadi mobile platform online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara.

Bermodal duit yang besar Grab mampu membentuk banyak layanan. Beberapa layanan Grab antara lain: GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, GrabHitch, GrabShare, GrabCoach, GrabShuttle, GrabExpress, dan GrabFood. Grab mengklaim sudah beroperasi di 195 kota di 8 negara Asia Tenggara, dengan 2,5 juta perjalanan setiap hari.

Dengan mengambil alih bisnis Uber di Asia Tenggara, Grab punya modal tambahan untuk menggenjot lebih jauh lagi tiga layanan mereka berikut ini: pesan antar makanan, transportasi, dan pembayaran.

Baca juga: 9 Dampak pada Driver dan Pengguna Akibat Grab Akuisisi Uber 

Dalam sebuah pernyataan resmi di blog perusahaan, seperti dilansir dari Kumparan.com, Kamis (29/03/2018) Grab mengungkap sejumlah rencana besarnya untuk layanan-layanan tersebut, diantaranya:

1. Pesan Antar Makanan: GrabFood

Grab akan mengembangkan lebih jauh layanan pesan antar makanan mereka, GrabFood, dengan mengintegrasikan layanan serupa milik Uber, yaitu UberEats. GrabFood bakal tersedia di seluruh negara besar Asia Tenggara pada semester pertama 2018, dan Grab Indonesia menjanjikan layanan GrabFood bakal dikembangkan secara agresif.

Untuk para merchant layanan UberEats, dijanjikan oleh Grab bakal langsung integrasi ke layanan GrabFood. Tetapi di Indonesia, Uber belum mengoperasikan UberEats yang berarti hal ini mungkin tidak akan terlalu terdampak ke pengguna dan merchant GrabFood di Indonesia.

2. Transportasi: GrabCar dan GrabBike

Layanan transportasi jelas tidak boleh ketinggalan. Mulai dari GrabBike hingga GrabCar bakal terus mereka kembangkan dengan kearifan lokal dan solusi mobilitas baru, yang diinisasi atas kerja sama dengan berbagai penyedia layanan transportasi dan produsen kendaraan. Tentu saja di sini Grab juga akan mengembangkan layanan kurir instan GrabExpress.

Khusus migrasi pengemudi di sektor transportasi roda dua dan empat, Grab tidak akan langsung merekrut sepenuhnya, melainkan dilakukan lagi seleksi ulang dan tes mengemudinya sesuai dengan syarat administrasi yang berlaku di Grab.

Managing Director Grab Indonesia. Ridzki Kramadibrata, menjanjikan mitra pengemudi Uber akan mendapatkan berbagai manfaat dan insentif yang sama seperti yang diberikan kepada mitra pengemudi Grab.

Dengan penambahan jumlah mitra pengemudi, diharapkan bisa memberi nilai tambah agar pengguna tidak perlu menanti terlalu panjang untuk mendapatkan pengemudi ojek online maupun mobil panggilan.

Grab juga akan berkolaborasi dengan pemerintah dan operator transportasi publik untuk menghubungkan layanan transportasi publik dan menciptakan pengalaman komuter multi-moda yang mulus dan terintegrasi.

GrabCycle, layanan berbagi sepeda, dan GrabShuttle Plus untuk sejumlah bus on-demand, merupakan pilot dari visi tersebut.

3. Pembayaran: GrabPay

Layanan terakhir yang akan Grab terus tingkatkan dan kembangkan adalah finansial, khususnya pembayaran mobile, micro-financing, asuransi, dan layanan keuangan lainnya. GrabPay, yang menyediakan layanan dompet dan uang elektronik perusahaan, ditargetkan tersedia di seluruh negara Asia Tenggara pada penghujung 2018.

"Bersama Uber, kini kami berada di posisi yang semakin tepat untuk memenuhi komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen," kata CEO Grab Anthony Tan.

"Kepercayaan konsumen terhadap brand transportasi kami mendorong kami untuk terus maju sebagai perusahaan: meningkatkan kehidupan masyarakat melalui layanan pengantaran makanan, pembayaran, dan keuangan." ungkapnya.

Untuk meminimalkan disrupsi, kedua perusahaan teknologi ini bekerja sama untuk segera melakukan migrasi mitra pengemudi dan merchant dari Uber ke Grab. 

Aplikasi Uber di Asia Tenggara dijanjikan bakal terus ada sampai dua pekan ke depan, sampai akhirnya nanti bakal dimatikan.

Kesepakatan ini membuat operasional aplikasi Uber di Indonesia dan Asia Tenggara hanya tinggal menghitung hari. Sementara layanan UberEats akan tetap melayani pelanggan hingga akhir Mei 2018.

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar