Chat with Us

Aktifkan STARBOX

UNESCO Akui Geopark Ciletuh Sukabumi Sebagai Jaringan Geopark Dunia


0

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu resmi ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG). Ini merupakan sejarah baru bagi dunia pariwisata di Jawa Barat.

Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board UNESCO ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4/18) di Paris, Perancis.

''Pada Sabtu (14/4) atau Jumat (13/4) lalu dapat sms dari sidang UNESCO di Paris bahwa lembaga tersebut meresmikan beberapa geopark internasional dari berbagai negara,'' ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau sering disapa Aher kepada wartawan di Pantai Palampang Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Ahad (15/4). Hal ini disampaikan di sela-sela acara Geopark Ciletuh Palabuhanratu Fun Day Towards UNESCO Global Geopark.

Menurut Aher, dalam sidang UNESCO tersebut dinobatkan dua geopark asal Indonesia sebagai geopark internasional. Pertama Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Sukabumi Jabar dan Geopark Rinjani Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rencananya ungkap Aher, pemberian sertifikat UNESCO Global Geopark (UGG) baru dilakukan pada sidang berikutnya di Portugal pada September mendatang. Pengakuan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Sukabumi dan Jabar karena Ciletuh resmi masuk dalam UGG.

'' Diakuinya Ciletuh ini yang tercepat karena geopark lain membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun sejak ditetapkan menjadi geopark nasional,'' ujar Aher. Namun Ciletuh ditetapkan menjadi geopark dunia tiga tahun sejak ditetapkan geopark nasional.

Ke depan lanjut Aher, Sukabumi harus melakukan penataan terus menerus terutama mengenai rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR). Desain kawasan ini dilakukan dengan baik supaya di kawasan Geopark Ciletuh tumbuh sarana yang terlihat indah dan nyaman serta bagus sesuai ketentuan yang ada.

Dampaknya lanjut Aher, ketika seseorang akan membangun hotel maka harus disesuaikan dengan perda RDTR untuk melihat keindahan geopark. Selain itu nantinya kawasan geopark juga harus dilengkapi dengan sarana umum seperti toilet, fasilitas ibadah, pertokaan atau pasar. (inf)

(***) 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar